Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 21.05 WIB

AS dan Iran Saling Luncurkan Rudal dan Drone: Bahrain–Kuwait Jadi Sasaran, Gencatan Senjata di Ambang Runtuh

Bahrain civil defence personnel menangani dampak serangan drone di bangunan warga di Muharraq yang disebut terkena serangan Iran / Foto: (The Guardian) - Image

Bahrain civil defence personnel menangani dampak serangan drone di bangunan warga di Muharraq yang disebut terkena serangan Iran / Foto: (The Guardian)

JawaPos.com — Rangkaian serangan rudal dan drone yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali mengguncang kawasan Teluk, dengan dampak langsung terasa di Bahrain dan Kuwait. Eskalasi ini membuat situasi keamanan regional bergerak cepat keluar dari kendali, sekaligus menempatkan kesepakatan gencatan senjata sementara di posisi yang semakin rapuh.

Di saat yang sama, Selat Hormuz kembali menjadi titik paling sensitif dalam konflik yang terus melebar ini. Jalur strategis energi dunia tersebut kini berada di bawah tekanan serius, ketika aksi saling serang tidak hanya memperburuk hubungan kedua negara, tetapi juga mengancam stabilitas perdagangan global yang bergantung pada kawasan tersebut.

Serangan terbaru dimulai ketika AS melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran bagian selatan yang diklaim terkait aktivitas militer dan pengawasan maritim. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke Bahrain dan Kuwait, dua negara yang memiliki posisi strategis serta kedekatan dengan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Dilansir dari The Guardian, Senin (29/6/2026), rangkaian aksi militer ini semakin memperlemah kesepakatan damai sementara yang sebelumnya dibangun melalui negosiasi tidak langsung. Ketegangan meningkat setelah Iran mengancam menghentikan seluruh proses perundingan dan memperingatkan konsekuensi serius atas keberlanjutan konflik.

Di tengah eskalasi tersebut, Kuwait melaporkan berhasil mencegat dua rudal balistik tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan signifikan. Sementara itu, pemerintah Bahrain menyebut sebuah gedung residensial dekat bandara internasional mengalami kerusakan akibat serangan, meskipun tidak ada laporan korban tewas. Qatar juga melaporkan satu warga negara tewas dan satu lainnya terluka akibat serpihan dalam insiden yang terkait operasi militer di kawasan.

Seorang pejabat Amerika Serikat menyebut bahwa kedua pihak telah sepakat untuk menghentikan sementara permusuhan dan kembali membuka jalur perundingan terkait Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa “kedua pihak akan menghentikan sementara dan kapal-kapal dapat bergerak bebas,” merujuk pada kesepakatan awal berbentuk nota kesepahaman 14 poin yang sebelumnya dibahas.

AS melalui Central Command menyatakan bahwa serangan mereka merupakan respons langsung terhadap apa yang disebut sebagai agresi Iran terhadap kapal dagang. Target serangan mencakup fasilitas pengawasan militer, komunikasi, pertahanan udara, penyimpanan drone, hingga kemampuan pemasangan ranjau laut yang dinilai mengancam jalur pelayaran internasional.

Ketegangan juga dipicu oleh perbedaan visi terkait pengelolaan Selat Hormuz. Washington mendorong pembukaan jalur selatan melalui Oman, sementara Tehran ingin jalur utara berada di bawah kendali dan pengawasan langsung Iran, termasuk kemungkinan penerapan biaya bagi kapal yang melintas. Persaingan ini membuat ratusan kapal tanker terjebak di Teluk sejak konflik meningkat.

Insiden lain memperburuk situasi ketika kapal tanker berbendera Panama, Kiku, dilaporkan menjadi sasaran serangan setelah diduga melanggar kesepakatan gencatan senjata. Selain itu, sebuah kapal kontainer berbendera Singapura juga sebelumnya terkena drone Iran saat melintas di rute yang sama, mempertegas risiko tinggi di jalur perdagangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam kunjungan ke Baghdad menegaskan bahwa Iran menolak segala bentuk intervensi eksternal dalam pengelolaan Selat Hormuz. Ia menyatakan, “Segala upaya untuk mengubah pengaturan yang ada hanya akan memperburuk situasi dan menunda pembukaan kembali Selat Hormuz serta meningkatkan ketegangan.”

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore