Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Oktober 2018 | 23.31 WIB

Jadikan Borobudur Sebagai Bali Baru, Pemprov Gandeng Pengusaha

PARIWISATA: Penandatanganan MoU pengembangan kawasan Borobudur oleh sejumlah pihak di kantor Pemprov Jateng, Kamis (25/10). - Image

PARIWISATA: Penandatanganan MoU pengembangan kawasan Borobudur oleh sejumlah pihak di kantor Pemprov Jateng, Kamis (25/10).

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menjadikan kawasan Borobudur sebagai Bali baru di Indonesia. Keinginan yang sudah diimpikan sejak lama itu kini makin mendekati realisasinya seiring ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov Jateng dan sejumlah pengusaha di Semarang, Kamis (25/10).


Penandatanganan MoU sendiri dilangsungkan di kantor Pemprov Jateng dalam rangka pembinaan dan pengembangan pendidikan vokasi kepariwisataan. Serta sebagai upaya mendukung kepariwisataan di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang dan sekitarnya.


Gubernur Jawa Tengah yang hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi penuh adanya penandatangan MoU itu. Dikatakannya, ini merupakan upaya Pemprov Jateng mewujudkan amanat Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan Bali-Bali baru di Indonesia. "Kami optimis kawasan Borobudur akan terus tumbuh dan menjadi bagian dari magnet yang dapat menyedot wisatawan," katanya.


Meski diakuinya langkah-langkah dalam mewujudkan Bali baru sudah berproses, Ganjar menginginkan agar kawasan Borobudur bisa ditata lebih baik lagi. Sehingga, penandatanganan MoU dengan pihak ketiga ini tercipta sebagai bentuk penegasannya.


"Ini sangat penting agar dalam menata, menjual dan melakukan apapun di kawasan itu bisa lebih lengkap dan komprehensif," imbuhnya.


Pria berambut putih itu berharap setelah ini tetap ada upaya tindak lanjut melalui perjanjian kerjasama lainnya. Yang jelas, menurutnya, masyarakat tetap harus dilibatkan dalam setiap pengembangan kawasan Borobudur. Tak lupa dengan tidak mengabaikan tata ruang yang sebagaimanamestinya.


"Harapannya, setelah nanti berjalan mudah-mudahan semua bisa mendapatkan nilai tambah dari penataan kawasan di Borobudur itu," cetusnya.


MoU tersebut antara lain diteken oleh Dirut Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur, Indah Juanita, lalu Palwoto selaku Direktur Keuangan, SDM dan Investasi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Serta Heru Isnawan sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia.


Kemudian, ada Pandu Satya Brata selaku Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia. Juga Joko Suratno selaku Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel dan Sugeng Sugiantoro yang hadir sebagai Ketua Indonesian Hotel General Manager Association.


Penandatangan ini juga disaksikan oleh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Eko Subowo yang menilai positif langkah ini. Mengingat Borobudur merupakan satu dari sepuluh destinasi wisata prioritas nasional, selain Danau Toba, Mandalika dan sebagainya.


Eko berharap penandatanganan MoU tersebut disusul perjanjian kerjasama yang lebih kongkret. Lantaran, Borobudur sendiri merupakan salah satu destinasi yang mendapat perhatian serius. "Harapannya bisa bermanfaat dalam rangka mengembangkan kepariwisataan di Jateng dan peningkatan masyarakat," tuturnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore