
PARIWISATA: Penandatanganan MoU pengembangan kawasan Borobudur oleh sejumlah pihak di kantor Pemprov Jateng, Kamis (25/10).
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menjadikan kawasan Borobudur sebagai Bali baru di Indonesia. Keinginan yang sudah diimpikan sejak lama itu kini makin mendekati realisasinya seiring ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov Jateng dan sejumlah pengusaha di Semarang, Kamis (25/10).
Penandatanganan MoU sendiri dilangsungkan di kantor Pemprov Jateng dalam rangka pembinaan dan pengembangan pendidikan vokasi kepariwisataan. Serta sebagai upaya mendukung kepariwisataan di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang dan sekitarnya.
Gubernur Jawa Tengah yang hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi penuh adanya penandatangan MoU itu. Dikatakannya, ini merupakan upaya Pemprov Jateng mewujudkan amanat Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan Bali-Bali baru di Indonesia. "Kami optimis kawasan Borobudur akan terus tumbuh dan menjadi bagian dari magnet yang dapat menyedot wisatawan," katanya.
Meski diakuinya langkah-langkah dalam mewujudkan Bali baru sudah berproses, Ganjar menginginkan agar kawasan Borobudur bisa ditata lebih baik lagi. Sehingga, penandatanganan MoU dengan pihak ketiga ini tercipta sebagai bentuk penegasannya.
"Ini sangat penting agar dalam menata, menjual dan melakukan apapun di kawasan itu bisa lebih lengkap dan komprehensif," imbuhnya.
Pria berambut putih itu berharap setelah ini tetap ada upaya tindak lanjut melalui perjanjian kerjasama lainnya. Yang jelas, menurutnya, masyarakat tetap harus dilibatkan dalam setiap pengembangan kawasan Borobudur. Tak lupa dengan tidak mengabaikan tata ruang yang sebagaimanamestinya.
"Harapannya, setelah nanti berjalan mudah-mudahan semua bisa mendapatkan nilai tambah dari penataan kawasan di Borobudur itu," cetusnya.
MoU tersebut antara lain diteken oleh Dirut Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur, Indah Juanita, lalu Palwoto selaku Direktur Keuangan, SDM dan Investasi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Serta Heru Isnawan sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia.
Kemudian, ada Pandu Satya Brata selaku Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia. Juga Joko Suratno selaku Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel dan Sugeng Sugiantoro yang hadir sebagai Ketua Indonesian Hotel General Manager Association.
Penandatangan ini juga disaksikan oleh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Eko Subowo yang menilai positif langkah ini. Mengingat Borobudur merupakan satu dari sepuluh destinasi wisata prioritas nasional, selain Danau Toba, Mandalika dan sebagainya.
Eko berharap penandatanganan MoU tersebut disusul perjanjian kerjasama yang lebih kongkret. Lantaran, Borobudur sendiri merupakan salah satu destinasi yang mendapat perhatian serius. "Harapannya bisa bermanfaat dalam rangka mengembangkan kepariwisataan di Jateng dan peningkatan masyarakat," tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
