
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dijumpai di Wisma Puri Gedeh, Semarang, Kamis (18/10).
JawaPos.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan penggunaan pertumbuhan ekonomi daerah dalam penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019. Dengan begitu, nominal yang ditetapkan nantinya tidak akan terlalu rendah.
Ganjar sedianya berujar, bahwa sebagai kepala daerah yang dilantik oleh pemerintah harus mengikuti apa yang ditetapkan sebagai peraturan pemerintah (PP). Dalam hal ini mengumumkan kenaikan UMP sebesar 8,03 persen sesuai keputusan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
"Saya disumpah untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan. Sehingga, kita harus melaksanakan enggak ada tawaran lain. Kalau regulasi, formulanya, ketemu prosentasenya sudah, harus dilaksanakan. Problem berikutnya adalah negosiasi politik dan pasti ada yang tidak setuju. Ada yang mengatakan terlalu rendah," katanya di Wisma Puri Gedeh, Semarang, Kamis (18/10).
Menurutnya, di saat ini semua pihak harus mengetahui asal muasal angka 8,03 persen. Atau dari mana hitungan 25 persen seperti yang diminta Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) beberapa waktu lalu.
Sekedar informasi, penetapan upah minimum 2019 merupakan hasil dari penambahan upah minimum 2018. Dikalikan tingkat inflasi plus pertumbuhan ekonomi nasional, sesuai dengan Pasal 44 Ayat 1 dan Ayat 2 PP Nomor 78 Tahun 2015.
"Maka akan kita omongkan infonya, kalau dari PP itu fix. Misal pertumbuhan ekonominya berapa. Pertumbuhan ekonomi mau dlihat apa, dari provinsi atau kabupaten. Kalau saya menyarankan biar lebih dekat, menggunakan pertumbuhan ekonomi kabupaten," katanya.
Dengan begitu, upah yang diterima, nominalnya akan mendekati besaran yang diterima di sekitar kabupaten/kota tempat seseorang bekerja. "Maka nanti akan mendekati rasa keadilan sesuai dengan pertumbuhan di sana," terusnya.
Ganjar mengatakan, UMP jika tak memerhitungkan kondisi ekonomi kabupaten/kota maka akan tercipta gap. Ia lantas mencontohkan upah minimum antara Semarang dan Banjarnegara yang memang terpaut cukup jauh.
"Saya khawatir kalau kita tetapkan, daerah nggak bisa naik. Dan yang ketinggian malah turun. Maka coba hitung perhitungannya agregat yang ada di kabupaten/kota atau dibuat rayon atau karisidenan, yaitu bisa dilihat realita di masyarakat sekitar. Adanya PP sebenarnya bisa memudahkan kita, namun apakah sesuai realitanya. Nah ini kita mengusulkan formulanya saja," cetusnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
