
Ilustrasi warga lapas bersama dengan produknya.
JawaPos.com - Kementerian Perdagangan dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menandatangani perjanjian kerja sama untuk mengembangkan desain produk-produk hasil karya warga binaan pemasyarakatan agar memenuhi kriteria ekspor.
Penandatanganan dilakukan oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Arlinda dan Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami, hari ini, Kamis (9/8) di Graha Bhakti Pemasyarakatan Kemenkumham, Jakarta.
“Kerja sama ini dimaksudkan untuk menyinergikan program Kemendag dan Kemenkumham dalam mengembangkan produk warga binaan pemasyarakatan untuk menjadi produk yang berorientasi ekspor,” kata Arlinda di Jakarta, Kamis (9/8).
Perjanjian kerja sama yang ditandatangani hari ini bertujuan mengikat komitmen dalam membimbing warga pemasyarakatan selama menjalani masa pembinaan. Perjanjian kerja sama merupakan tindak lanjut nota kesepahaman kedua kementerian yang ditandatangani Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, April 2018 lalu.
“Kami harap hasil kerja sama dapat meningkatkan kualitas desain produk warga binaan sehingga lebih eye-catching. Produk yang dihasilkan menjadi semakin menarik dan makin dapat diterima di pasar global. Selain itu, kerja sama ini juga membekali warga binaan dengan keterampilan dan kreativitas dalam menghasilkan suatu karya produktif yang bernilai tinggi,” kata Arlinda.
Ruang lingkup kerja sama antara Ditjen PEN Kemendag dan Ditjen PAS Kemenkumham yang ditandatangani hari ini mencakup peningkatan kemampuan sumber daya manusia, pengembangan desain produk dan kemasan, pemberian dukungan kegiatan promosi, pemasaran, dan informasi peluang pasar ekspor yang ditargetkan untuk petugas pemasyarakatan dan warga binaan.
Sebagai salah satu implementasi kerja sama, pada saat yang bersamaan dengan penandatanganan ini diselenggarakan acara lokakarya Kemasan untuk Produk Ekspor. Lokakarya ini merupakan salah satu upaya pengembangan kapasitas bagi 40 peserta dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Jabotabek, Jawa Barat, dan Banten.
“Kemendag dan Kemenkumham memiliki komitmen nyata untuk mendorong daya saing dan meningkatkan nilai tambah produk dengan kualitas ekspor, salah satunya produk hasil warga binaan pemasyarakatan,” kata Arlinda.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
