Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Juni 2023 | 01.13 WIB

Ditjen Perumahan Peroleh Anggaran Rp 6,19 Triliun pada 2024, Untuk Bangun Apa Saja?

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto. - Image

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto.

 
JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,19 triliun untuk Direktorat Jenderal Perumahan untuk tahun 2024.
 
Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan rumah susun (Rusun), rumah khusus (Rusus), rumah swadaya, bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) rumah umum. Selain itu juga untuk dukungan manajemen dan output nonfisik berupa dukungan teknis dan dukungan manajemen.
 
"Pada tahun 2024 mendatang jumlah anggaran Ditjen Perumahan mencapai Rp 6,19 triliun," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/6).
 
Iwan menerangkan, anggaran tersebut berdasarkan Surat Menteri PUPR perihal penyesuaian Pagu Indikatif Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2024. Sedangkan target dan anggaran sesuai Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2024 Ditjen Perumahan sebesar Rp 6,191 triliun nantinya akan digunakan untuk program pembangunan untuk masyarakat.
 
"Kami akan terus mendorong pembangunan hunian layak bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia," terangnya.
 
Lebih lanjut, Iwan menjelaskan anggaran Ditjen Perumahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan Rumah Susun Rp 4,459 triliun sebanyak 2.629 unit termasuk alokasi untuk IKN 47 tower. Lalu, Rumah Swadaya Rp 1 triliun untuk 45.872 unit, Bantuan Prasarana, serta sarana dan utilitas (PSU) rumah umum Rp 9 miliar sebanyak 820 unit.
 
Selanjutnya adalah pembangunan rumah khusus Rp 139 miliar sebanyak 140 unit. Sedangkan dukungan manajemen dan output nonfisik berupa dukungan teknis Rp 272 miliar dan dukungan manajemen  Rp 311 miliar.
 
"Kami juga memiliki rencana kegiatan Padat Karya  berupa dukungan BSPS melalui skema penanganan kemiskinan ekstrem (PKE) ditagetkan sebanyak 45.872 unit dengan anggaran Rp 1 triliun. Program tersrbut diharapkan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 91.744 orang," tandasnya.
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore