
ILUSTRASI: Alasan PTS itu ditutup lantaran tidak ada dosen yang mengajar. Selain itu, jumlah mahasiswanya yang juga tidak sesuai persyaratan.
JawaPos.com - Selama ini bagi mahasiswa atau pelajar yang terkendala dengan biaya pendidikan sangat berharap mendapatkan beasiswa. Namun, ketersediaan beasiswa itu sangat terbatas dan penuh syarat.
Di sisi lain, mahasiswa atau pelajar sangat berharap bisa melanjutkan pendidikannya hingga tuntas.
Ada juga cerita lain, yakni orang tua rela mencari pinjaman ke pihak lain agar anaknya bisa menuntaskan sekolah atau kuliahnya. Kadang rencana itu terhenti, karena mereka kerap dihadapkan dengan bunga atau margin yang dibayar di balik pelunasan utang mereka.
Kini sepertinya kendala mulai terjawab. Beberapa lembaga filantropi dan pemberdayaan bisa memberikan pinjaman pendidikan atau education loan kepada mahasiswa. Pinjaman itu tidak ada unsur bunga atau margin.
Lembaga tersebut Rumah Zakat, BPRS HIK Parahyangan, dan KSPPS Aminul Ummah. Entitas itu menyalurkan education loan tanpa margin/bunga (Qardh) kepada mahasiswa yang hendak menamatkan jenjang pendidikan S-1 hingga S-3.
Beraninya lembaga filantropi dan lembaga keuangan syariah memberikan education loan secara Qardh karena baru saja mendapat mitra dari Eduction Aid International (EAI) atau Yayasan EAI.
CEO Yayasan EAI Tri Mukhlison Anugrah mengatakan, pihaknya memiliki kesamaan visi dan komitmen dengan Rumah Zakat, BPRS HIK Parahyangan, dan KSPPS Aminul Ummah. Yakni, memberdayakan komunitas lewat pembiayaan pendidikan. "Ketiga lembaga penyalur pinjaman pendidikan itu karena memiliki ekosistem yang mendukung, rekam jejak yang baik serta aspek keuangan yang sehat," Tri Mukhlison Anugrah dalam keterangan persnya, Minggu (11/6).
Yayasan EAI didukung Nama Foundation yang berpusat di Kuala Lumpur. Foundation itu memiliki fokus dalam memperdayakan masyarakat melalui sektor pendidikan, penguatan (capacity building) lembaga sosial, dengan fokus pada pembangunan anak muda dan relawan.
Tri Mukhlison Anugrah mengklaim, Yayasan EAI memiliki misi untuk mendukung kesetaraan akses ke pendidikan yang lebih tinggi. Yayasan EAI menyediakan solusi pembiayaan pendidikan tanpa bunga/margin dan mudah diakses lewat kolaborasi bersama mitra lokal.
Tri Mukhlison Anugrah mengaku pihaknya lebih memilih menyalurkan education loan, bukan beasiswa. Alasannya beasiswa memang memberikan kemudahan kepada mahasiswa, tetapi jumlahnya terbatas. Penerima hanya sebagian mahasiswa.
Pinjaman untuk pendidikan di satu sisi memang mewajibkan mahasiwa untuk mengembalikan. Namun di sisi lain, program itu melatih mahasiswa untuk memiliki kemandirian untuk melanjutkan ke pendidikan universitas.
Cikal bakal program education loan ini dimulai dari pilot project pada 2012 di Kenya yang disalurkan ke 20 mahasiswa. Tahun 2018 Nama Foundation memperluas program ke Tanzania, Kyrgyzstan, dan Indonesia. Pada 2022 telah memberikan education loan kepada lebih dari 2.700 mahasiswa.
"Pinjaman ini bersifat tidak ada margin/bunga. Dengan program ini diharapkan dapat menjangkau mahasiswa sebanyak-banyaknya dan dana education loan ini akan terus berputar memberi manfaat sampai generasi mendatang. Insyaallah” kata Tri Mukhlison Anugrah.
Adapun alur education loan ke mahasiwa dimulai dari registrasi, wawancara, penandatangan kontrak, pencairan dan pelunasan. EAI menyediakan education loan lewat partner lokal terpilih. Kemudian mahasiswa melakukan pendaftaran lewat partner lokal. Setelah lamaran diterima, partner lokal lalu melakukan pembayaran langsung ke akun universitas.
Mahasiswa mulai membayarkan cicilan ke partner lokal, 30 hari setelahnya. Setelah perjanjian jatuh tempo, lokal partner mengembalikan education loan tersebut secara penuh ke Yayasan EAI. Adapun jangka waktu education loan yang diberikan ke mahasiwa berkisar antara 2-3 tahun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Jokowi Dikabarkan Deklarasi jadi Ketum PSI Awal November, KDM Disebut Ikut Pindah Gerbong
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Dari Proyek Televisi ke Liga Champions, Kisah Mirwan Suwarso dan Como 1907
KDM Dikabarkan Bakal Masuk PSI dan Duet dengan Gibran pada Pilpres 2029 Mendatang
Manajer Persipura Pasang Target Tinggi, Enam Poin Jadi Harga Mati di Dua Laga
Prediksi Skor Sevilla vs Osasuna: Los Rojillos Bidik Poin, Rekor Arrasate Jadi Ancaman!
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs PSM Makassar: Juku Eja Paksa Berbagi Poin!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022