Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Maret 2026 | 21.32 WIB

Menkeu Purbaya Diminta Hapus Pajak THR 2026, Buruh: Habis buat Mudik, Kok Masih Dipotong?

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI Said Iqbal meluapkan amarahnya terhadap ketatnya pengamanan aksi unjuk rasa buruh di sekitar Istana Negara, Senin (29/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bersama Partai Buruh menuntut Menteri Keuangan Purbaya untuk segera menghapus pajak Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menilai, pengenaan pajak pada THR sangat memberatkan pekerja, terutama di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Said Iqbal menyoroti sistem pemotongan pajak progresif yang membuat nominal THR yang diterima buruh berkurang drastis. Menurutnya, THR seharusnya menjadi bantalan ekonomi bagi buruh untuk merayakan hari raya, bukan justru menjadi objek pajak yang besar.

"THR itu habis untuk ongkos mudik, beli kebutuhan Lebaran. Kenapa masih dikenakan pajak? Karena digabung dengan upah, jadi kena progresif dan besar sekali," ujar Said Iqbal, Selasa (3/3).

Aspirasi ini akan ia sampaikan dalam aksi besar-besaran di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Rabu (4/3).

Selain masalah pajak, buruh juga mendesak perusahaan agar mencairkan THR lebih awal, yakni H-21 sebelum Lebaran, guna menghindari keterlambatan pembayaran yang sering terjadi setiap tahunnya.

Tolak Impor Kendaraan dan Ancaman PHK

Tak hanya soal pajak THR, aksi massa yang diperkirakan mencapai 1.000 orang ini juga membawa isu krusial mengenai kebijakan impor 105.000 unit mobil pick up dari India. Kebijakan ini dinilai mengancam nasib buruh otomotif lokal.

Dalam aksi ini, buruh juga menagih janji pemerintah terkait penghapusan sistem kerja outsourcing (alih daya) dan kebijakan upah murah.

Ia juga mengkritik implementasi penetapan upah minimum yang dianggap tidak berpihak pada buruh karena adanya pemotongan indeks alpha di lapangan.

Aliansi buruh juga menyerukan penghentian konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Mereka khawatir ketegangan global ini akan melambungkan harga BBM dan biaya produksi yang berujung pada efisiensi karyawan.

"Perang itu pasti berujung PHK besar-besaran," imbuh Said Iqbal.

Siap-siap Cek Rekening! THR ASN & Swasta 2026 Cair, Ojol Juga Dapat Bonus

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore