
Purbaya memprediksi suatu saat nanti Presiden Prabowo Subianto akan memberikan tugas itu kepada dirinya.
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan sejumlah indikator yang disebutnya sebagai bukti perbaikan ekonomi nasional. Padahal, di awal kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ia mengaku sempat diragukan mampu mendongkrak perekonomian.
Menurut Purbaya, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) sempat turun pada Agustus lalu yang mencerminkan pelemahan daya beli masyarakat. Namun setelah berbagai kebijakan dijalankan, tren tersebut berbalik arah.
“Waktu saya menjalankan kebijakan ekonomi, orang bilang tidak usah perbaiki ekonomi karena demand-nya nggak ada, supply-nya nggak ada. Mereka bilang nggak bisa,” ujar Purbaya.
Namun, kata dia, pemerintah mendorong sisi permintaan melalui percepatan belanja negara dan pemberian stimulus. Di saat yang sama, likuiditas perbankan dijaga agar penyaluran kredit ke industri dan pelaku usaha tetap berjalan.
“Saya gerakkan demand, supply, optimisme semua ke masyarakat. Belanja pemerintah jalan, stimulus kita kasih. Likuiditas perbankan kita jaga supaya bisa kasih pinjaman ke industri,” jelasnya.
Selain itu, Purbaya juga mengakui dirinya sengaja membangun ekspektasi positif di ruang publik. Ia mengeklaim hasil kebijakan tersebut mulai terlihat.
Salah satunya dengan Indeks Kepercayaan Konsumen yang pada Januari tercatat di level 127, yang disebutnya sebagai level tertinggi.
“Saya ngomongnya gede. Kita akan maju, nggak usah takut. Seperti orang sombong, tapi itu cara saya memanage ekspektasi,” ujar Purbaya.
“Kemudian di belakangnya saya kasih, alat-alat yang bisa betul-betul memperbaiki ekonomi. Hasilnya lumayan, ini sekarang nih naik terus. Di Januari Indeks Konsumen dari BI itu 127, Level tertinggi. Jadi daya beli masyarakat sudah membaik, mungkin kata ada beberapa orang Apindo tertinggi selama ini," tambahnya.
Purbaya menyebut IKK yang membaik, terlihat dari sisi permintaan, penjualan mobil dan motor yang sebelumnya negatif kini sudah mencatat pertumbuhan positif. Konsumsi BBM serta penjualan listrik untuk sektor industri juga meningkat.
Sementara dari sisi produksi, aktivitas manufaktur yang tercermin dalam Purchasing Managers’ Index (PMI) kembali berada di zona ekspansi.
“Artinya betul-betul ada perbaikan di sistem perekonomian kita. Kita bergerak ke arah perbaikan yang clear, karena fondasinya kita address dengan baik,” tegas Purbaya.
Dengan modal tersebut, ia pun meminta pelaku usaha dan masyarakat tidak khawatir terhadap prospek ekonomi nasional ke depan. Ia memastikan bahwa pemerintah akan melakukan kebijakan yang baik guna mendongkrak ekonomi sembari tetap menjaga stabilitas sosial dan politik
“Dengan modal ini harusnya Anda nggak usah takut tentang prospek ekonomi kita. Kita menjalankan kebijakan yang pas. Nggak usah takut juga soal stabilitas sosial politik,” pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
