Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2026 | 16.10 WIB

Menkeu Purbaya: Pemerintah Masuk “Survival Mode”, Tak Ada Ruang Main-Main

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan arah kebijakan pemerintah saat ini telah memasuki fase “survival mode” atau mode bertahan. Dalam kondisi tersebut, pemerintah disebut tidak lagi memiliki ruang untuk menjalankan program secara tidak optimal.

 
“Survival mode. Artinya kita nggak boleh main-main lagi. Artinya kalau kita nggak ada ruang atau nggak ada luxury untuk bermain-main lagi dengan segala peluang yang kita bisa buat. Kalau pajaknya main-main, hancur kita kira-kira gitu,” ujarnya saat media briefing di Jakarta, Jumat (24/4).
 
Menurutnya, seluruh kebijakan dan program pemerintah harus dijalankan secara serius dan terukur agar tidak tertinggal dari negara lain. Purbaya berkomitmen akan melakukan segala cara untuk memastikan semua program pemerintah berjalan lancar.
 
“Kalau programnya main-main, kita akan digiling bangsa lain. Jadi kita survival mode. Saya akan menggunakan segala cara yang ada di saya, kekuatan di saya untuk memastikan semua program-program yang dikendalikan di sini ya, yang di keuangan, di monitor dengan baik,” katanya.
 
 
Ia juga menyinggung kebijakan percepatan pembangunan nasional yang telah dikeluarkan pemerintah melalui keputusan presiden (keppres). Dalam implementasinya, program tersebut akan berada di bawah pengawasan satuan tugas (satgas).
 
“Kan Pak Presiden sudah mengeluarkan keppres yang percepatan pembangunan itu. Itu kan semua diawasi nanti di satu satgas, di situ antara lain juga di situ akan masuk nanti yang dibuat di situ. Itu survival mode seperti itu,” jelasnya.
 
Lebih lanjut, Purbaya menekankan pentingnya menutup celah inefisiensi dalam berbagai program pemerintah, termasuk di sektor perpajakan dan cukai.
 
“Kita nggak boleh lagi membiarkan ruang-ruang inefficiency terjadi di program lain kita apalagi kalau disengaja. Jadi nanti biaya cukai, saya akan rapikan lagi. Pajak akan rapikan lagi,” tegasnya.
 
Meski mengakui sistem perpajakan dan cukai sudah mengalami kemajuan, ia menilai masih terdapat kebocoran yang perlu segera ditangani.
 
“Walaupun udah maju ya, biaya cukai dan pajak. Tapi kita masih ada lihat kebocoran, bahkan kebocoran ruang sana sini yang masih bisa ditutup. Jadi itu yang disebut survival mode,” pungkasnya.
 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore