
Meutya Hafid dorong integrasi digital ASEAN dengan QRIS dan DEFA. Panel WEF 2026 tunjukkan Indonesia sebagai motor ekonomi digital regional.
JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menekankan bahwa penguatan integrasi digital merupakan faktor penentu bagi daya saing ASEAN di tengah kompetisi global yang semakin ketat. Pandangan tersebut ia sampaikan dalam ajang World Economic Forum 2026 yang digelar di Davos, Swiss.
Indonesia, kata Meutya, terus mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi digital regional yang saling terhubung, dapat dipercaya, dan berkelanjutan melalui pengembangan sistem pembayaran lintas negara seperti QRIS serta percepatan implementasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
“QRIS telah terhubung dengan sejumlah mitra di kawasan, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Hal ini mampu mengurangi hambatan, menekan biaya, serta memperluas akses ke pasar regional. Secara lebih luas, digitalisasi juga mendorong peningkatan produktivitas,” ujar Meutya Hafid dalam WEF Fireside Keynote: New Pathways ASEAN Growth & Productivity, Selasa (20/1).
Ia menilai, saat ini ASEAN berada pada fase penting untuk melangkah dari integrasi digital yang masih terbatas menuju ekosistem kawasan yang sepenuhnya terintegrasi, interoperabel, dan memiliki kedaulatan digital.
Meutya menjelaskan bahwa DEFA berperan sebagai fondasi untuk menyelaraskan berbagai standar, membuka peluang layanan digital lintas batas, meminimalkan fragmentasi kebijakan, serta memberikan kepastian regulasi bagi dunia usaha di kawasan.
“ASEAN memiliki Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang menjadi sinyal bahwa ASEAN akan membangun integrasi digital, bukan sekadar menjadi pengikut,” tuturnya.
Lebih lanjut, Meutya menegaskan komitmen Indonesia untuk berkolaborasi dengan seluruh negara anggota ASEAN maupun mitra global guna memastikan proses transformasi digital kawasan berjalan cepat, aman, dan inklusif.
“Kami percaya ASEAN mampu bersaing secara global dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh negara anggota ASEAN,” pungkas Meutya Hafid.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
