
Ilustrasi produk UMKM. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com-Pelaku UMKM perempuan yang beralih ke penjualan online melalui program literasi digital mencatat kenaikan omzet paling sedikit 40 persen. Temuan ini muncul dari hasil pelaksanaan program IDEAS yang dijalankan Asosiasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita (PPSW) bersama sejumlah mitra yang dipaparkan dalam audiensi dengan Kementerian UMKM di Gedung SMESCO.
PPSW memaparkan perkembangan program IDEAS – Enhancing Digital Economy for ASEAN Women MSMEs, yang fokus meningkatkan literasi digital dan kemampuan e-commerce perempuan pelaku UMKM di Indonesia.
IDEAS di Indonesia dijalankan tiga organisasi pendamping UMKM. PPSW, ASPPUK, dan PERSEPSI. Khusus PPSW, program ini diterapkan di tujuh kabupaten/kota di tiga provinsi. Yakni Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta dengan melibatkan 300 perempuan pelaku usaha mikro yang sebelumnya belum pernah mendapatkan pelatihan digital.
Sekretaris Eksekutif PPSW Fitriani Sunarto menjelaskan, program dirancang untuk meningkatkan literasi digital, kapasitas bisnis, dan kemampuan mengadopsi teknologi digital dalam usaha.
“Program dilakukan mulai akhir 2022 hingga 2026. Sebanyak 300 perempuan pelaku usaha mikro mengikuti pelatihan intensif empat bulan dan mentoring tiga bulan,” ujar Fitriani Sunarto, Kamis (27/11).
Hasilnya, 98 persen peserta dinyatakan lulus, seluruhnya telah memiliki NIB, 99 persen memiliki akun bisnis di marketplace dan media sosial, serta 98 persen mampu membuat konten promosi sendiri.
“Peserta juga mengalami peningkatan omzet rata-rata paling rendah 40 persen dari omzet semula,” tambah Fitriani.
Peserta terbaik bahkan akan diberangkatkan mengikuti EXPO UMKM ASEAN di Korea Selatan pada Agustus 2026. PPSW juga memaparkan hasil riset dampak yang dilakukan peneliti Universitas Gadjah Mada. Studi tersebut menunjukkan sebagian besar peserta baru pertama kali belajar keterampilan digital seperti foto produk, desain konten, penggunaan WhatsApp Business, hingga strategi pemasaran daring.
“Saya dulu gaptek. Pegang HP saja takut salah pencet. Setelah ikut pelatihan, saya bisa upload produk dan bikin poster sendiri,” ujar seorang peserta dari Cianjur.
Peserta lain menyebut pelatihan ini mengubah kepercayaan diri mereka sebagai pengusaha.
“Sekarang saya bangga dengan usaha saya. Dulu saya malu menyebut diri pengusaha,” kata peserta dari Depok.
Cerita peningkatan omzet juga mencuat. Seorang peserta dari Serang mengaku omzetnya naik dari Rp 300 ribu menjadi Rp 3 juta setelah rutin mem-posting produk dan memperbaiki foto. Selain itu, banyak peserta mulai mendapat pelanggan dari luar daerah berkat pemasaran digital.
Koordinator Program PPSW Fitri menegaskan, pelatihan digital seperti IDEAS sangat dibutuhkan terutama di daerah perdesaan.
“Program ini membuka peluang baru yang selama ini tidak terjangkau perempuan di akar rumput. Banyak dari mereka belajar teknologi untuk pertama kali,” kata Fitri.
Dia menambahkan, dukungan APWINC Korea membuat PPSW mampu menjangkau daerah dengan akses pelatihan terbatas. Meski begitu, penelitian juga mencatat sejumlah hambatan, seperti keterbatasan internet di beberapa wilayah (terutama Pandeglang), minimnya modal dan alat produksi, tantangan penggunaan fitur marketplace lanjutan, serta beban ganda perempuan sebagai ibu rumah tangga dan pelaku usaha.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
