
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) sebelum memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (14/10/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jempol atas kesepakatan Danantara dengan Tiongkok yang memperpanjang tenor utang proyek Whoosh dari sebelumnya 40 tahun menjadi 60 tahun. Ia mengapresiasi langkah tersebut tanpa perlu dirinya turun tangan.
"Bagus. Saya enggak ikut kan? Top," ujarnya kepada wartawan, Jumat (23/10) kemarin.
Diketahui bahwa kesepakatan perpanjangan tenor utang Whoosh itu masih akan terus dilakukan dengan negosiasi antara Danantara yang akan segera bertolak ke Tiongkok. Purbaya sendiri mengaku hanya akan menyaksikan bila pun ikut bertolak ke Tiongkok atas hasil kesepakatan tersebut.
"Paling menyaksikan. Kalau mereka udah putus kan udah bagus. Top," tegasnya.
"Sebisa mungkin enggak ikut. Biar aja mereka selesaikan business to business. Jadi, top," ulang Purbaya ketiga kalinya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Tiongkok sepakat memperpanjang jangka waktu atau tenor utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) menjadi 60 tahun. Kesepakatan restrukturisasi tersebut dicapai melalui pembicaraan antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) dan pemerintah Tiongkok.
Perpanjangan tenor dianggap sebagai solusi untuk menurunkan beban pembayaran tahunan proyek yang sebelumnya dinilai cukup berat bagi Indonesia. Restrukturisasi tersebut bukan penghapusan utang, melainkan perubahan mekanisme pembayaran agar proyek strategis nasional tersebut tetap beroperasi tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Langkah itu juga dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia dan China memasuki fase kemitraan ekonomi yang lebih matang dan berorientasi pada keberlanjutan.
Pemerintah Tiongkok melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan respons tegas terkait restrukturisasi ini. Beijing menekankan bahwa proyek Whoosh tidak hanya diukur dari sisi keuntungan finansial, tetapi juga dari manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan. "Proyek ini tidak semata tentang profit, melainkan tentang pembangunan bersama yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat," demikian pernyataan resmi pihak Tiongkok.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
