Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Oktober 2025 | 20.29 WIB

Menkeu Purbaya Ogah Tanggung Utang Kereta Cepat Whoosh: Jangan Kalau Enak Swasta, Nggak Enak Pemerintah

Penumpang berjalan keluar saat tiba di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta, Sabtu (5/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Penumpang berjalan keluar saat tiba di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta, Sabtu (5/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku ogah jika APBN ikut menanggung utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Alasannya, saat ini PT KCIC yang berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.

Dalam hal ini, Purbaya menyoroti soal dividen yang sudah dikelola Danantara, bukan lagi oleh Kemenkeu.

"KCIC di bawah Danantara kan. Kalau di bawah Danantara kan mereka sudah punya manajemen sendiri, sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp 80 triliun atau lebih. Harusnya mereka manage dari situ, jangan ke kita lagi, karena kalau enggak, ya, semuanya ke kita lagi, termasuk dividennya," kata Purbaya dalam Media Gathering di Bogor, Jawa Barat, dikutip Minggu (12/10).

Lebih lanjut, bendahara negara menilai tidak semua hal-hal yang tidak enak harus ditanggung pemerintah. Ia menegaskan bahwa proyek kereta cepat dapat diselesaikan langsung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

“Harusnya mereka manage (utang) dari situ. Jangan kita lagi. Karena kan kalau nggak, ya semuanya kita lagi, termasuk dividennya. Jadi ini kan mau dipisahin swasta sama government (pemerintah). Jangan kalau enak swasta, kalau enak government,” lanjut Purbaya.

Meski begitu, Purbaya mengaku dirinya belum diajak diskusi langsung oleh manajemen Danantara terkait permintaan untuk APBN mengelola utang Whoosh.

"Saya belum dihubungi untuk masalah itu sih. Nanti begitu ada, saya kasih tau updatenya seperti apa," tukas Purbaya.

Sebelumnya, Danantara Indonesia mengusulkan dua skema penyelesaian utang KCIC kepada Menko bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Salah satunya agar pemerintah ikut menanggung sebagian utang proyek KCJB alias Whoosh.

Usulan yang disampaikan COO Danantara Dony Oskaria itu agar nantinya infrastruktur KCIC diserahkan kepada pemerintah. Dengan begitu, KCIC akan mengubah model bisnis menjadi operator tanpa kepemilikan infrastruktur atau Asset Light.

Di sisi lain, Dony juga sempat memastikan bahwa kerugian yang dialami oleh PT KAI disebabkan oleh membengkaknya utang Whoosh. Inilah yang akan segera diselesaikan.

Bahkan, ia memastikan persoalan yang tengah dihadapi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu telah masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Tahun 2025.

"Ini akan kita selesaikan segera, nanti masuk dalam RKAP kita tahun ini," jelas Dony.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore