
Penumpang berjalan keluar saat tiba di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta, Sabtu (5/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku ogah jika APBN ikut menanggung utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Alasannya, saat ini PT KCIC yang berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.
Dalam hal ini, Purbaya menyoroti soal dividen yang sudah dikelola Danantara, bukan lagi oleh Kemenkeu.
"KCIC di bawah Danantara kan. Kalau di bawah Danantara kan mereka sudah punya manajemen sendiri, sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp 80 triliun atau lebih. Harusnya mereka manage dari situ, jangan ke kita lagi, karena kalau enggak, ya, semuanya ke kita lagi, termasuk dividennya," kata Purbaya dalam Media Gathering di Bogor, Jawa Barat, dikutip Minggu (12/10).
Lebih lanjut, bendahara negara menilai tidak semua hal-hal yang tidak enak harus ditanggung pemerintah. Ia menegaskan bahwa proyek kereta cepat dapat diselesaikan langsung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
“Harusnya mereka manage (utang) dari situ. Jangan kita lagi. Karena kan kalau nggak, ya semuanya kita lagi, termasuk dividennya. Jadi ini kan mau dipisahin swasta sama government (pemerintah). Jangan kalau enak swasta, kalau enak government,” lanjut Purbaya.
Meski begitu, Purbaya mengaku dirinya belum diajak diskusi langsung oleh manajemen Danantara terkait permintaan untuk APBN mengelola utang Whoosh.
"Saya belum dihubungi untuk masalah itu sih. Nanti begitu ada, saya kasih tau updatenya seperti apa," tukas Purbaya.
Sebelumnya, Danantara Indonesia mengusulkan dua skema penyelesaian utang KCIC kepada Menko bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Salah satunya agar pemerintah ikut menanggung sebagian utang proyek KCJB alias Whoosh.
Usulan yang disampaikan COO Danantara Dony Oskaria itu agar nantinya infrastruktur KCIC diserahkan kepada pemerintah. Dengan begitu, KCIC akan mengubah model bisnis menjadi operator tanpa kepemilikan infrastruktur atau Asset Light.
Di sisi lain, Dony juga sempat memastikan bahwa kerugian yang dialami oleh PT KAI disebabkan oleh membengkaknya utang Whoosh. Inilah yang akan segera diselesaikan.
Bahkan, ia memastikan persoalan yang tengah dihadapi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu telah masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Tahun 2025.
"Ini akan kita selesaikan segera, nanti masuk dalam RKAP kita tahun ini," jelas Dony.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
