
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto saat melakukan pertemuan dengan Ambassador AZEC Takio Yamada dan Chairman JBIC Tadashi Maeda. (Istimewa).
JawaPos.com – Pemerintah menyiapkan insentif pajak khusus bagi para penulis dengan memangkas pajak penghasilan (PPh) final atas royalti buku menjadi hanya 1,5 persen dari sebelumnya sebesar 6 persen.
Hal itu sebagaimana diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Koordinasi Terbatas terkait stimulus Semester II-2026 yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).
Airlangga mengatakan, keputusan tersebut sudah disepakati pemerintah dan akan segera dilaksanakan karena menjadi bagian dari janji kampanye Presiden.
“Tadi kita sudah putuskan untuk memberikan insentif pajak untuk penulis diberikan PPh final sebesar 1,5 persen. Karena ini merupakan janji kampanye Bapak Presiden, maka ini akan segera dilaksanakan,” ujar Airlangga.
Secara terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan sebelumnya royalti penulis dikenakan pajak sebesar 6 persen. Pemerintah sempat mempertimbangkan penurunan menjadi 3 persen, namun akhirnya dipangkas lagi hingga tersisa 1,5 persen final.
Menurut Purbaya, kebijakan tersebut lahir karena jumlah penulis di Indonesia masih relatif sedikit, terutama penulis buku ilmiah dan pengetahuan. Pemerintah, kata dia, ingin semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dan keahlian untuk menulis buku.
“Karena katanya penulis di sini jumlahnya sedikit. Apalagi penulis-penulis ilmiah gitu. Jadi ini mendorong supaya orang-orang yang punya kemampuan, keahlian, mau nulis buku. Sehingga orang kita makin banyak yang lebih pintar begitu kira-kira,” jelas Purbaya.
Dia menilai dampak insentif tersebut memang tidak akan terasa secara instan. Namun dalam jangka panjang, kebijakan itu diyakini mampu meningkatkan kualitas literasi masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Nggak jangka pendek, jangka panjang. Mungkin setelah bukunya keluar setahun-dua tahun yang baca jadi pintar. Yang kedua kan lebih mencerdaskan kehidupan bangsa,” ucap Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya juga berharap semakin banyak buku ilmiah, ekonomi, dan literatur berbasis pengetahuan yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia agar masyarakat memiliki referensi yang lebih luas dan berkualitas.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
