
Menteri Keuangan Purbaya batal naik haji tahun ini. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait adanya fenomena penurunan daya beli masyarakat yang salah satunya berimbas pada turunnya omzet pedagang warung tegal (warteg). Purbaya bilang akan menginvestigasi adanya kondisi tersebut.
"Gini hal itu mungkin terjadi cuma sampel Anda berapa warteg? itu kan bisa gitu kan saya bisa cari warteg yang ini mungkin jelek mungkin lima warteg, tapi mungkin aja dia kalah bersaing, sana lebih bagus pindah ke sana itu. Yang kita mesti hati-hati saya sih akan investigasi, betul nggak seperti itu. saya baru dengar sekarang tuh," ujar Purbaya saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/6).
Meski begitu, Purbaya masih skeptis terkait kondisi tersebut. Ia mengingatkan kepada jurnalis yang bertanya untuk hati-hati melihat data dari hasil riset di lapangan. Menurut dia pertumbuhan ekonomi saat ini secara agregat masih sangat baik.
"Tapi kalau data yang lain kan kelihatan yang agregat tuh tumbuhnya kencang semua, belanja juga tumbuhnya kencang yang retail index kan betul-betul, yang mandiri itu kan orang belanja betulan kan," tambahnya.
Purbaya mengatakan, jika pada kenyataannya ditemukan kondisi pelemahan daya beli masyarakat hingga menyebabkan turunnya omzet para pedagang warteg, pemerintah akan melakukan stimulus ke perekonomian.
"Tapi ini akan saya investigasi kalau emang ini saya akan tambah lagi stimulus ke perekonomian yang jelas awal bulannya ada gaji bulannya 13 itu berapa? 35 triliun ya Pak? Yang udah cari 30 yang akan masuk 40 itu akan memberi daya beli tambahan ke mereka, harusnya wartegnya ke depan, enggak itu (menurun omzet) lagi ya," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, kondisi para pedagang warteg tengah mengalami penurunan omzet. Hal tersebut tak lepas dari kondisi ekonomi global, termasuk penguatan dolar, yang secara tidak langsung berdampak kepada naiknya biaya operasional.
Baca Juga:Eks Bek Chile Gonzalo Jara Sebut Lionel Messi Dinilai Lebih Sulit Dihentikan Dibanding Ronaldo
"Pedagang warung makan tradisional seperti warteg memang sedang terhimpit oleh kenaikan biaya operasional, sementara daya beli masyarakat—terutama kelas pekerja dan menengah ke bawah—sedang merosot tajam," ujarnya kepada Jawapos.com.
Mukroni membeberkan beberapa gambaran atau situasi di balik etalase kaca warteg saat ini. Pertama, adanya pembatasan anggaran makan atau fenomena "Pas Rp20.000" bahkan ada yang meminta Rp15.000 sekali makan.
Menurut dia, pembeli kini tidak lagi membeli menu secara keinginan, melainkan berdasakan sisa uang di dalam dompet.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022