Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (26/4/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Selama satu dekade kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden Republik Indonesia, ekonomi tanah air menempuh perjalanan yang penuh tantangan sekaligus pencapaian.
Dalam kurun waktu tersebut, dunia dihadapkan pada berbagai krisis. Mulai dari pandemi Covid-19 yang mengguncang sistem kesehatan dan rantai pasok global, konflik geopolitik yang mempengaruhi harga energi dan pangan, hingga ketidakpastian ekonomi akibat kenaikan suku bunga global.
Di tengah turbulensi itu, Indonesia justru mampu menunjukkan daya tahan (resilience) yang diakui dunia. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di kisaran 5 persen per tahun, inflasi berada dalam batas wajar, cadangan devisa stabil, dan konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama.
Bank Dunia dalam laman resminya mencatat, “Indonesia’s economy has shown resilience, maintaining growth momentum around 5 percent despite global headwinds”. Pernyataan itu menegaskan stabilitas ekonomi Indonesia tidak terjadi secara kebetulan, melainkan buah dari kebijakan strategis yang konsisten.
Baca Juga: Dilema Bonus Demografi Indonesia, Akses Pekerjaan Minim hingga Bayang-bayang jadi Generasi Sandwich
Pencapaian tersebut semakin relevan karena tidak banyak negara berkembang yang mampu menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global. Dengan kata lain, stabilitas ekonomi Indonesia di era Jokowi dapat dilihat sebagai kombinasi dari faktor internal seperti konsumsi domestik, reformasi regulasi, dan transformasi digital serta dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang responsif.
Konsumsi rumah tangga adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. World Bank mencatat bahwa lebih dari setengah PDB Indonesia disumbang dari konsumsi domestik. Permintaan domestik yang kuat menjadi bantalan ketika ekspor atau investasi tertekan.
Pemerintah mendorong investasi melalui reformasi regulasi, termasuk UU Cipta Kerja dan kemudahan perizinan. Asian Development Bank (ADB) menekankan bahwa "investment remains a key driver of Indonesia’s medium-term growth, supported by structural reforms and infrastructure development" . Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya arus modal dalam menjaga stabilitas.
Baca Juga: Miris 1 Juta Lulusan Sarjana Nganggur, Legislator: Ironi di Tengah Narasi Bonus Demografi
APBN digunakan bukan hanya sebagai instrumen anggaran, tetapi juga sebagai alat stabilisasi. Subsidi energi, bantuan sosial, hingga insentif pajak menjadi cara untuk menjaga daya beli.
Bank Indonesia menjaga stabilitas moneter dengan kebijakan suku bunga dan intervensi nilai tukar. Inflasi yang relatif terkendali pada 3,7 persen pada 2023, menurut ADB menunjukkan efektivitas kebijakan tersebut. Stabilitas harga penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan investor.
Indonesia memasuki masa bonus demografi dengan jumlah usia produktif yang besar. World Bank menekankan bahwa "Indonesia’s demographic dividend offers a window of opportunity, provided that investments in human capital are strengthened". Dengan kata lain, stabilitas ekonomi sangat terkait dengan kualitas tenaga kerja.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
