
Ilustrasi aksi demo. OJK pastikan korban demo sudah memperoleh santunan. (Istimewa)
JawaPos.com–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan korban demo yang terjadi pada akhir Agustus hingga awal September 2025 sudah memperoleh santunan dari lembaga jaminan sosial dan dana pensiun. Bahkan, beberapa di antaranya sudah menyalurkan manfaat kepada korban.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan, hingga saat ini tercatat sudah ada 9 korban dari demonstrasi yang telah meneria santunan. Mulai dari BPJS Ketenagakerjaan hingga Taspen.
“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, untuk BPJSTK itu telah menyalurkan Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan juga jaminan kematian kepada korban yang dirawat di rumah sakit maupun yang meninggal dunia. Sampai dengan saat ini yang sudah terlaporkan ada 9 (orang),” kata Ogi dalam konferensi pers, Kamis (4/9).
Tak hanya BPJS Ketenagakerjaan, lembaga lain seperti ASABRI dan TASPEN juga sudah memberikan kompensasi. Hal ini sebagaimana hasil koordinasi yang telah dilakukan dengan industri sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) untuk mengidentifikasi dampak kerusuhan tersebut.
Ogi juga menyebut bahwa penyaluran santunan itu sudah dilakukan bagi seluruh korban yang telah teridentifikasi. Khusus untuk para korban Aparatur Sipil Negara (ASN) dan prajurit TNI/Polri melalui ASABRI.
“ASABRI dan TASPEN memberikan santunan untuk kecelakaan kerja kepada peserta TNI Polri dan juga ASN. Terus kita identifikasi, tapi yang sudah teridentifikasi sudah dibayarkan santunannya,” tegas Ogi.
Khusus di DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat, hingga Minggu (31/8) pukul 07.00 WIB, sebanyak 469 orang harus mendapat penanganan medis. Sebanyak 371 orang rawat jalan, 97 orang rawat inap, dan 1 orang meninggal dunia.
Adapun keluhan medis terbanyak adalah konjungtivitis (198 kasus), diikuti luka terbuka (90 kasus), sesak napas (42 kasus), serta trauma fisik lain seperti patah tulang dan cedera kepala.
Untuk pasien dengan kondisi serius, Dinkes DKI merujuk mereka ke sejumlah rumah sakit besar di Jakarta. Di antaranya RS Hermina Kemayoran, RSPAD Gatot Soebroto, RS POLRI, RSUD Budhi Asih, RS Pelni, hingga RS Pusat Pertamina. Rujukan juga dilakukan ke puskesmas terdekat di berbagai wilayah.
Dinkes DKI menurunkan 24 unit ambulans serta tenaga kesehatan yang terdiri atas 7 dokter, 59 perawat, dan 7 sopir ambulans. Kendaraan darurat ini ditempatkan di titik-titik strategis, seperti Senen, Slipi, DPR/MPR, Tanjung Priok, hingga Gelora Bung Karno.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
