Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Agustus 2025 | 00.16 WIB

Sri Mulyani Sebut 20 Persen Dana Pendidikan di APBN Tahun ini Tembus Rp 750 Triliun

Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta Selatan, Senin (28/7). (Nurul Fitriana/Jawapos) - Image

Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta Selatan, Senin (28/7). (Nurul Fitriana/Jawapos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) didesain sebesar 20 persen diperuntukan untuk dana pendidikan. Adapun untuk tahun 2025, dana pendidikan yang disiapkan mencapai Rp 750 triliun.

"20 persen dari anggaran APBN belanja itu didesain untuk pendidikan. Itu mandat konstitusi. Untuk tahun ini Rp 750 triliun," kata Sri Mulyani dalam acara dalam sambutannya di acara Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia di ITB Bandung, Jawa Barat, yang dipantau secara daring, Kamis (7/8).

Lebih lanjut, dia membeberkan bahwa alokasi anggaran ini dipakai untuk memperkuat ekosistem dari seluruh pendidikan. Mulai dari madrasah, pendidikan sekolah negeri, swasta.

Bahkan, ketika berbicara tentang guru, dana APBN khusus pendidikan ini juga digunakan untuk memperluat kepada guru-guru mulai dari honorer sampai dengan profesor. "Atau orang-orang pintar yang ada di ruangan seperti ini, peneliti dan perguruan tinggi yang juga begitu sangat diverse," beber Sri Mulyani.

Bendahara negara ini menyampaikan, hingga hari ini, pihaknya mengelola APBN untuk anggaran pendidikan berdasarkan ekosistem pendidikan. Klaster pertama adalah anggaran yang dialokasikan untuk benefit-nya adalah para murid sampai dengan mahasiswa.

"Itu dari biaya operasi sekolah yang dihitung per kapita dari murid. PIP, yaitu beasiswa untuk pelajar. KIP, beasiswa untuk kuliah. Beasiswa sampai dengan pascasarjana," ujar Menkeu.

Selain itu, menggunakan dana anggaran pendidikan, APBN juga dimanfaatkan untuk berbagai hal yang tujuannya adalah investment. Mulai dari manfaatnya adalah kepada murid tersebut atau mahasiswa.

"Bahkan dari PAUD sekarang, sebelum usia 5 tahun. Ini menjadi penting di dalam investment human capital," lanjut Menkeu.

"Sementara klaster kedua adalah untuk guru dan dosen. Dan itu belanjanya dari mulai gaji sampai dengan tunjangan kinerja tadi," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore