JawaPos.com - Seorang warganet di media sosial mengaku kehilangan uang sebesar Rp 378 juta di rekening Bank Syarian Indonesia (BSI). Laporan ini disampaikan akun Twitter dengan nama Rochmat Purwanto tak lama usai bank pelat merah tersebut mengalami gangguan.
"Uang kami di BSI hilang 378.251.749 sudah membuat laporan kehilangan dan komplain ke @bankbsi_id cabang Solo tapi jawaban seperti ini, adakah yang perlu dilakukan agar uang kami kembali?," cuit warganet, dikutip Senin (15/5).
Melalui cuitannya itu, nasabah BSI juga mengunggah tangkapan layar atau screenshot detail transaksi yang diduga berasal dari rekening miliknya. Dalam unggahannya, nasabah BSI juga memberi tanda terhadap sejumlah transaksi keluar atau debet dengan nominal yang besar secara berulang.
Awalnya rekening tersebut memiliki saldo riil sebesar Rp 381.969.500, kemudian di bawahnya ada dana sejumlah Rp 249.249.249 dalam kolom debet diikuti Rp 2.500 yang diduga biaya admin. Artinya rekening milik nasabah tersebut baru saja mengeluarkan uang sebesar Rp 249,2 juta.
Kemudian, tercatat juga transaksi sebesar Rp 49.000.000 dengan diikuti Rp 6.500 yang diduga biaya admin. Terakhir ditunjukkan adanya transaksi uang keluar dengan nominal Rp 80.000.000, sehingga secara total transaksi tersebut mencapai Rp 378.251.749.
Menanggapi kasus tersebut, Corporate Secretary BSI Gunawan A. Hartoyo menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan kendala yang terjadi pada sistem BSI pada 8 Mei lalu. Menurut Gunawan, nasabah yang kehilangan uangnya itu terindikasi terkena penipuan atau phising.
"Terkait dengan adanya keluhan tersebut, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyampaikan bahwa nasabah terkena indikasi phising pada bulan April 2023 dan tidak terkait dengan adanya kendala sistem yang terjadi di BSI pada 8 Mei lalu," kata Gunawan dalam keterangan tertulis.
Atas hal tersebut, BSI mengimbau kepada seluruh nasabah untuk lebih waspada dan berhati-hati atas segala bentuk modus penipuan maupun tindak kejahatan digital yang mengatasnamakan Bank Syariah Indonesia.
Lebih lanjut, Gunawan juga menyampaikan kepada para nasabah untuk tetap menjaga kerahasiaan data pribadi untuk melindungi keamanan rekening nasabah.
"Selain itu, jangan pernah memberikan akses kerahasiaan PIN, OTP maupun password kepada siapapun termasuk pegawai BSI, dan apabila ada hal yang membutuhkan informasi yang lebih lanjut, nasabah dapat menghubungi BSI Call 14040," jelasnya.
"BSI berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada nasabah, dan tentunya sangat berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan nasabah kepada Bank Syariah Indonesia," tutupnya.