Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 April 2025 | 04.30 WIB

Prabowo Minta Manajemen BUMN Evaluasi Kinerja Direksi: Kalau Dia Malas-malasan, Saya Minta Diganti!

Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Perdana Menteri Republik Fiji Sitiveni Rabuka saat melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/4/2025). (Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk melakukan evaluasi besar-besaran.

Dia mewanti-wanti seluruh direksi untuk meninggalkan cara kerja yang buruk. Mulai dari cara kerja yang tidak efisien hingga meninggalkan segala praktik-praktik menyalahi aturan.

"Saya minta atas nama bangsa dan rakyat, saya minta semua direksi berbuat yang terbaik, tinggalkan praktek-praktek zaman dulu mungkin yang kurang efisien, atau ada praktek-praktek yang enggak bener harus ditinggalkan, dan saya serahkan kepada manajemen untuk mengevaluasi semua direksi, dievaluasi kinerjanya,"

Lebih lanjut, Prabowo juga meminta manajemen BUMN untuk melakukan evaluasi terhadap akhlak hingga prestasi direksi. Jika masih ada direksi yang kerja malas-malasan hingga melakukan praktik kurang baik. Tak segan, Prabowo minta BUMN untuk mengganti direksi tersebut.

"Dan wataknya, akhlaknya, dan prestasinya, kalau dia tidak berprestasi, kalau dia malas-malasan, kalau dia lakukan praktek-praktek yang enggak bener, menyalahgunakan kewenangan, menyalahgunakan fasilitas, saya minta diganti," lanjutnya.

Adapun gantinya, Prabowo menyebut, direksi BUMN bisa diambil dari mereka yang memiliki kinerja baik. Bisa saja diambil dari internal perusahaan pelat merah atau bisa juga mengambil ahli yang berkompeten.

Namun ia mengingatkan, manajemen BUMN tak boleh memilih direksi dengan memandang suku, agama, ras dan latar belakang partai politik.

Mereka yang dipilih, kata Prabowo harus benar-benar anak Indonesia yang bersedia bekerja untuk rakyat.

"Ya saya bilang jangan memilih atas dasar suku, agama, ras, latar belakang atau atas dasar partai politik, tidak. Ini harus anak-anak Indonesia yang bekerja sebesar-besarnya untuk rakyat Indonesia. Saya kira itu pesan saya ya," tutupnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore