Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 00.59 WIB

Kemkomdigi Sinergi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi Perluas Akses Internet di Sektor Pendidikan hingga Kesehatan

Menteri KomMeutya dalam pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Kamis (13/3). (Istimewa) - Image

Menteri KomMeutya dalam pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Kamis (13/3). (Istimewa)

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi /BKPM bersinergi untuk mendorong pertumbuhan sektor telekomunikasi dan digital di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menarik banyak investasi untuk percepat digitalisasi dan tingkatkan konektivitas di seluruh Tanah Air.
 
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan, percepatan transformasi digital merupakan prioritas utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu caranya adalah memperluas akses internet di sejumlah sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan.
 
Saat ini, tantangan utama yakni terbatasnya konektivitas, di mana 86 persen sekolah di Indonesia belum memiliki akses fixed broadband, 38 persen kantor desa belum terhubung ke internet, dan 75 persen puskesmas belum memiliki koneksi yang memadai.
 
“Strategi inovatif dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi harus diterapkan untuk memastikan investasi yang lebih efisien dan inklusif,” kata Meutya dalam pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Kamis (13/3).
 
Dia menegaskan Komdigi memiliki tanggung jawab dalam mengakselerasi digitalisasi pada sektor pemerintah, ekonomi, dan SDM digital. Hal ini diharapkan bisa berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional yang memiliki target hingga 7-8% sebagaimana Visi Indonesia Digital 2045.
 
Selain itu, untuk mempercepat adopsi 5G, Komdigi mengusulkan penerapan model Multi-Operator Core Network (MOCN) yang juga diterapkan di Malaysia. Model ini membuka peluang bagi operator untuk berbagi infrastruktur sehingga bisa menekan biaya investasi dan mempercepat ekspansi jaringan.
 
Pemanfaatan infrastruktur milik PLN juga telah menjadi solusi strategis untuk memperluas jaringan telekomunikasi ke daerah-daerah yang masih minim akses internet. 
 
Dengan memanfaatkan tiang listrik PLN untuk distribusi serat optik, biaya investasi bisa ditekan hingga 67% dan mempercepat penetrasi internet yang lebih efisien.
 
“Implementasi 5G yang optimal dapat mengurangi Total Cost of Ownership (TCO) hingga 54% dibandingkan dengan 4G. Dengan strategi yang tepat, kita dapat memenuhi kebutuhan industri, bisnis, dan masyarakat akan jaringan yang lebih cepat dan andal,” ungkap Meutya.
 
Tak hanya itu, untuk mendukung pengembangan jaringan 5G, pemerintah juga akan segera merilis pita frekuensi 2,6 GHz pada 2025. Sementara itu, pita 3,5 GHz, yang merupakan spektrum utama 5G global, masih digunakan untuk layanan satelit hingga 2034.
 
“Dengan migrasi spektrum yang terstruktur dan pemanfaatan aset BUMN secara optimal, kita dapat mewujudkan infrastruktur digital yang lebih merata dan inklusif. Ini adalah langkah penting dalam mewujudkan Visi Indonesia Digital 2045,” jelasnya.
 
Kolaborasi yang erat ini memastikan bahwa percepatan digitalisasi tak hanya ciptakan ekosistem digital yang inklusif, melainkan juga menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dalam transformasi digital di kawasan ASEAN.
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore