Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Mei 2024 | 04.04 WIB

BPS: Pengangguran di Indonesia 7,20 Juta Orang per Februari 2024, Lebih Rendah dari Sebelum Pandemi

ILUSTRASI: Pengangguran. (Sumber foto: Dimas Pradipta/JawaPos.com) - Image

ILUSTRASI: Pengangguran. (Sumber foto: Dimas Pradipta/JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran pada Februari 2024 tercatat menurun menjadi 7,20 juta pengangguran atau setara Tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,82 persen.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan angka ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni Februari 2023 yang tercatat sebesar 7,86 persen.
 
"Pada Februari 2024, terdapat 7,20 juta pengangguran atau setara Tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,82 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan periode sebelumnya Februari 2023,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/5).
 
 
Amalia juga menyebut, angka pengangguran tahun ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat pengangguran sebelum Covid-19.
 
“Di mana pada Februari 2020 tercatat sebesar 4,94 persen atau setara sebanyak 6,93 juta orang,” ujarnya.
 
Lebih lanjut, Amalia mengatakan bahwa penurunan tingkat pengangguran ini konsisten terjadi baik untuk penduduk berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan dan juga di wilayah perkotaan maupun di perdesaan.
 
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka baik untuk laki-laki maupun perempuan di wilayah perkotaan dan perdesaan seluruhnya sudah lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi atau Februari 2020.
 
 
Selanjutnya, penyerapan tenaga kerja menurut lapangan usaha jika dibandingkan dengan Februari 2023 seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja. Adapun tiga lapangan usaha dengan jumlah tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan dan industri pengolahan.
 
“Dalam satu tahun terakhir, tiga lapangan usaha tersebut dapat menyerap masing-masing 0,03 juta, 0,85 juta, dan 0,05 juta tenaga kerja,” jelasnya.
 
Adapun selama Februari 2023- Februari 2024, lapangan usaha akomodasi dan makan minum, perdagangan, dan administrasi pemerintahan menjadi sektor tertinggi peningkatan tenaga kerja, yaitu masing-masing sekitar 0,96 juta orang, 0,85 juta orang, dan 0,76 juta orang.
 
 
Adapun terkait penduduk usia kerja, per Februari 2024 sebanyak 214 juta penduduk. Angka ini naik 2,41 juta dari periode yang sama tahun 2023. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yaitu 149,38 juta orang dan sisanya termasuk bukan angkatan kerja sebanyak 64,62 juta orang.
 
Sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami peningkatan dibandingkan Februari 2023 yaitu naik 0,50 persen poin menjadi 69,80 persen. "Selama setahun terakhir, peningkatan TPAK lebih tinggi pada perempuan daripada laki-laki," pungkas Amalia.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore