Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 April 2023 | 23.33 WIB

Harga Garam Naik, Mendag: Tidak Apa-apa, Setahun Sekali Petani NIkmati Untung Agak Banyak

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas). - Image

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas).

 
JawaPos.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) buka suara terkait mahalnya harga garam di pasaran. Ia menyebut, kenaikan harga disebabkan oleh permintaan yang melonjak, sementara produksi masih rata-rata.
 
Saat ditanya kemungkinan opsi impor untuk menstabilkan harga. Zulhas menegaskan bahwa tidak ada impor untuk garam konsumi. "Garam ini kan kita memang enggak ada impor untuk garam konsumsi, tidak ada. Kecuali untuk industri dan industri makanan, tapi untuk konsumsi enggak. Jadi, mengandalkan garam dalam negeri," katanya saat ditemui usai membuka pasa murah Bazar Ramadhan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (4/4).
 
Lebih lanjut, Zulhas menilai wajar soal kenaikan harga garam ini. Pasalnya, telah sesuai dengan hukum pasar, yakni stok menipis sementara permintaan melonjak.
 
Bahkan, dia menyebut tidak masalah garam dalam negeri harganya melonjak. Sebab, kata dia, kenaikan itu justru membuat para petani bisa meraup untung setahun sekali.
 
"Jadi, kalau garam dalam negeri sedikit naik tidak apa-apalah, agar petani garam setahun sekali nikmati untung agak banyak," lanjutnya.
 
Kemudian, ketika ditanya soal kenaikan harga garam yang telah mencapai 100 persen. Zulhas merespons santai bahwa hal tersebut hanya akan terjadi sebentar. "Itu (kenaikan harga garam 100 persen) mungkin itu sebentar aja," tutupnya.
 
Sebelumnya, seorang pedagang di Pasar Rawamangun mengeluh bahwa saat ini harga garam tengah meroket tajam. Kata salah seorang pedagang, harga garam kasar saat ini dibanderol dengan harga Rp 300 ribu per karung atau berkisar 50 kg. Padahal sebelumnya, harga garam kasar masih berada di kisaran Rp 100 ribu per karung.
 
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi merespons keluhan pedagang tentang naiknya harga garam konsumsi menjadi Rp 6.000/kg salah satunya disebabkan oleh cuaca. Menurut Arief, kalau cuaca sudah panas harga garam akan kembali membaik, sedangkan kalau hujan kebalikannya.
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore