
PT Kredit Utama Fintech Indonesia (Rupiah Cepat) melakukan kunjungan media ke Jawa Pos Group diterima pimpinan redaksi dan bisnis di Gedung Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu, (21/2).
JawaPos.com - Perusahaan layanan pendanaan bersama berbasis teknologi, PT Kredit Utama Fintech Indonesia (Rupiah Cepat) melakukan kunjungan media atau media visit ke Jawa Pos Group di Gedung Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu, 21 Februari 2024. Kunjungan ini merupakan bentuk kerja sama guna menjalin hubungan positif dengan perusahaan media.
Adapun kunjungan tersebut dihadiri oleh Direktur RupiahCepat, Anna Maria Chosani dan Public Relation RupiahCepat, Aulia Maghfiroh, serta jajaran redaksi dan tim bisnis Jawa Pos Group.
Dalam momen hangat ini, Anna mengatakan, pihaknya berencana menggandeng media untuk bersama-sama mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 3 Tahun 2023 kepada masyarakat.
"Jadi selama satu tahun itu sebenarnya kami sudah punya list kegiatan baik itu sifatnya literasi maupun edukasi yang harus kami laksanakan," ucap Anna.
Karena itu, agar ebih efektif dalam menjalankan program literasi keuangan tersebut, pihaknya merasa perlu menggandeng perusahaan media dalam hal penyebaran informasi.
"Kami butuh kerjasama dengan media tentunya ya biar kita lebih dekat seperti kata istilah, tak kenal maka tak sayang," jelasnya.
Lebih lanjut, Anna menilai, program 'Sinergi Forum Literasi' yang dijalankan oleh Jawa Pos Group selama ini sejalan dengan program RupiahCepat dalam rangka meningkatkan edukasi dan literasi keuangan inklusif kepada masyarakat.
"Kami berharap kita bisa bersinergi terutama dalam hal literasi dan edukasi masyarakat dan ini menjadi tanggung jawab kita sama-sama," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Redaksi (Wapemred) JawaPos.com, Agustinus Edy Pramana menyambut baik kunjungan dari tim RupiahCepat. Edy mengatakan, edukasi dan Literasi Keuangan inklusif kepada masyarakat perlu ditingkatkan di tengah maraknya platform pinjaman online (Pinjol) ilegal.
"Karena banyak temuan kasus pinjol ilegal yang terjadi, dan itu sangat meresahkan masyarakat," pungkasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
