Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2026 | 18.15 WIB

Kenapa Gap Literasi Keuangan di Indonesia Masih jadi Tantangan?

Presiden Direktur KVB Futures Tonny Fong , kondisi gap inklusi dan literasi keuangan menunjukkan bahwa akses layanan keuangan tumbuh lebih cepat ketimbang tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan yang digunakan. (istimewa) - Image

Presiden Direktur KVB Futures Tonny Fong , kondisi gap inklusi dan literasi keuangan menunjukkan bahwa akses layanan keuangan tumbuh lebih cepat ketimbang tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan yang digunakan. (istimewa)

JawaPos.com - Tingkat akses masyarakat terhadap layanan keuangan di Indonesia terus meningkat, namun pemahaman terhadap produk dan instrumen investasi masih tertinggal.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46 persen sementara indeks inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen.

Presiden Direktur KVB Futures Tonny Fong menyebut, kondisi ini menunjukkan bahwa akses layanan keuangan tumbuh lebih cepat ketimbang tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk yang digunakan.

"Pelaku industri masih memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara kerja, manfaat, dan risiko berbagai produk keuangan dan investasi," ujar Tonny di Jakarta, Senin (15/6).

Literasi keuangan berperan penting meningkatkan kesejahteraan finansial. OECD melalui OECD/INFE 2023 International Survey of Adult Financial Literacy mengungkap bahwa individu dengan tingkat literasi keuangan yang memadai ternyata memiliki tingkat kesejahteraan finansial rata-rata sekitar 10 poin lebih tinggi dibandingkan mereka yang belum mencapai standar minimum.

"Dari studi tersebut, kita menyadari, tingkat literasi yang lebih tinggi berkaitan dengan daya tahan finansial yang lebih baik, termasuk kesiapan menghadapi guncangan ekonomi dan mengelola keuangan jangka panjang," papar Tonny Fong.

Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan edukasi finansial dan literasi masyarakat, pihaknya menggandeng media dalam penyebaran informasi yang dibutuhkan pasar saat ini. Menurut Tonny, pelaku industri dan media dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap wawasan keuangan yang berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, KVB Futures turut memperkenalkan sejumlah inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman dan engagement nasabah, termasuk Loyalty Program dengan berbagai keuntungan eksklusif bagi klien setia, serta kampanye promosi bertema Piala Dunia.

"Inisiatif tersebut diharapkan dapat menghadirkan pengalaman trading yang lebih interaktif, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan trader masa kini," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore