Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Desember 2023 | 05.50 WIB

Apa itu SGIE yang Sempat Ditanyakan Gibran ke Cak Imin saat Debat Cawapres?

Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menyampaikan gagasannya kepada Calon Wakil Presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar. - Image

Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menyampaikan gagasannya kepada Calon Wakil Presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar.

 
JawaPos.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 2, Gibran Rakabuming Raka, melontarkan pertanyaan terkait posisi SGIE atau State of the Global Islamic Economy kepada Cawapres Nomor Urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
 
"Karena Gus Muhaimin ini adalah Ketua Umum dari Partai PKB, saya yakin Gus Muhaimin paham, bagaimana langkah untuk menaikkan peringkat Indonesia di SGIE?" tanya Gibran dalam debat cawapres di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada Jumat (22/12).
 
Namun Cak Imin menanggapi pertanyaan Gibran dengan menyebut tak paham apa itu SGIE. "Saya tidak pernah mendengar istilah ini," ujarnya.
 
 
Lantas, apa itu SGIE yang ditanyakan Gibran ke Muhaimin saat Debat Cawapres malam ini?
 
SGIE adalah singkatan dari State of the Global Islamic Economy. SGIE adalah laporan yang diluncurkan DinarStandard di Dubai, Uni Emirate Arab (UEA) yang pada tahun 2022 mengeluarkan laporan dengan tema "Unlocking Opportunity".
 
Melalui tema tersebut, DinarStandar menyoroti Keadaan Ekonomi Islam Global yang fokus pada pemulihan pasca Covid-19 karena mencakup sektor keuangan, Islam, makanan dan minuman halal, kosmetik halal, obat-obatan halal, wisata ramah muslim, fesyen muslim, serta media dan rekreasi bertema Islam.
 
Adapun laporan ini dibuat oleh DinarStandard dengan didukung oleh Departemen Ekonomi dan Pariwisata (DET) di Dubai yang didalamnya membahas soal perkembangan serta tantangan dan peluang bagi sektor-sektor tersebut.
 
Pada tahun 2022, dalam laporan SGIE diperkirakan bahwa umat Islam di seluruh dunia menghabiskan sebesar USD 2 triliun pada tahun 2021 untuk makanan, obat-obatan, kosmetik, festen, perjalanan, dan media. Hal ini mencerminkan bahwa pertumbuhan tahun ke tahun sebesar 8,9 persen dan diperkirakan akan mencapai USD 2,8 triliun pada tahun 2025 seiring dengan tingkat pertumbuhan tahunan kumulatif (CAGR) sebesar 7,5 persen.
 
Adapun keuangan syariah diperkirakan akan mencapai USD 4,9 triliun pada tahun 2025, dari sebelumnya pada tahun 2022 tercatat sebesar USD 3,6 triliun. Dalam laporan SGIE yang mencakup 81 negara, Indonesia tercatat menjadi negara keempat dalam hal pengembangan ekonomi syariah yang mana peringkat di atasnya diraih oleh Malaysia, Arab Saudi, UEA.
 
Dalam SGIE Report 2022, produk makanan halal (halal food) Indonesia dilaporkan menempati peringkat dua dunia setelah Malaysia. Ini menunjukkan konsumsi kuliner halal di Indonesia mendominasi pasar syariah global. Kementerian Perindustrian memproyeksi pada tahun 2024 Indonesia akan mengalami peningkatan konsumsi produk halal sebesar 3,2 triliun.
 
Tak hanya itu, pada kategori modest fashion serta farmasi dan kosmetik, Indonesia menduduki peringkat tiga dan sembilan. Tak hanya itu, SGIE Report 2022 pun menunjukkan kemajuan Indonesia dalam inovasi di beberapa aspek ekonomi syariah lainnya.
 
Meski begitu, untuk menjadi pemain utama industri halal global, Indonesia juga perlu mendorong program edukasi ekonomi dan keuangan syariah di seluruh segmen masyarakat. Tingkat literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah baru mencapai 20 persen di tahun 2022.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore