Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2023 | 02.00 WIB

Hasil ST2023 BPS: Indonesia Kehilangan 2,35 Juta Unit Usaha Pertanian dalam Satu Dasawarsa

MENGERING: Petani mengolah lahan tambak saat terjadi kekeringan. - Image

MENGERING: Petani mengolah lahan tambak saat terjadi kekeringan.

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) Tahap 1, pada hari ini, Senin (4/12). Sensus Pertanian dilaksanakan 10 tahun sekali, dilaksanakan pada tahun-tahun berakhiran angka 3. ST2023 adalah sensus pertanian ke-7 yang bertemakan 'Mencatat Pertanian Indonesia untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani'.

Cakupan sensus pertanian cukup banyak, meliputi semua subsektor antara lain tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, dan jasa pertanian. Berdasarkan unit usahanya, sensus pertanian mencakup usaha pertanian perorangan (UTP), perusahaan pertanian berbadan hukum (UPB), dan usaha pertanian lainnya (UTL).

"Pada waktu pelaksanaan kemarin kita melibatkan 196.172 petugas sensus pertanian di seluruh Indonesia dan dilakukan 1 Juni sampai 31 Juli 2023," kata Sekretaris Utama Kepala BPS Atqo Mardiyanto, dalam paparan Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 Tahap 1.

Dibandingkan sensus pertanian sebelumnya, ada sejumlah data baru yang dihasilkan dari pelaksanaan ST2023, meliputi data geospasial statistik pertanian dan potensi pertanian menurut wilayah; data penerapan agroforestri; data penerapan perhutanan sosial; data petani milenial; data klasifikasi urban farming; data indikator SDGs 2.3.1 dan 5.a.1; serta data petani skala kecil (small scale food producers).

Pada diseminasi ST2023 Tahap 1, terdapat delapan variabel yang didiseminasikan meliputi: (1) Usaha Pertanian dan Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP); (2) Gurem; (3) Demografi Pengelola Usaha Pertanian; (4) Petani Milenial; (5) Penggunaan Pupuk; (6) Lahan yang Dikuasai; (7) Urban Farming; dan (8) Komoditas.

"Jumlah usaha pertanian hasil ST2023 sebanyak 29.360.833 unit. Ini turun 2,35 juta unit atau 7,42 persen dibandingkan dengan tahun 2013 yang sebanyak 31.715.486 unit," jelas Atqo.

Jumlah usaha pertanian perorangan (UTP) sebanyak 29.342.202 unit, turun sebanyak 2,36 juta unit (7,45 persen) dari tahun 2013 yang sebanyak 31.705.295 unit. Sebaliknya, jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum (UPB) mengalami kenaikan 35,54 persen, dari sebanyak 4.209 unit pada 2013 menjadi 5.705 unit pada 2023.

"Jumlah usaha pertanian lainnya (UTL) tercatat sebanyak 12.926 unit, naik 116,08 persen dari tahun 2013 yang sebanyak 5.982 unit," imbuh Atqo.

Berdasarkan subsektornya, jumlah usaha pertanian perorangan (UTP) terbanyak ada di subsektor tanaman pangan sebanyak 15,77 juta unit, diikuti peternakan (12,19 juta unit), dan perkebunan (11,1 juta unit).

"Kalau perusahaan pertanian berbadan hukum (UPB) paling banyak adalah subsektor perkebunan (2.684 unit). Usaha pertanian lainnya (UTL) terbanyak terdapat di subsektor hortikultura sebanyak 5.053 unit," jelas Atqo. Sebagai informasi, satu unit usaha pertanian dapat mengusahakan lebih dari satu subsektor.

Terbanyak di Jatim

Lebih lanjut, berdasarkan wilayah, jumlah UTP terbanyak ada di Jawa Timur (Jatim) sebanyak 5.676.717 unit atau mencakup 19,35 persen dari total UTP di Indonesia. Sebaliknya, UTP paling sedikit terdapat di Provinsi DKI Jakarta sebanyak 13.416 unit atau mencakup 0,05 persen dari total UTP di Indonesia.

Di Pulau Kalimantan, UTP terbanyak ada di Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 730 ribuan unit (turun 17,11 persen dibandingkan 2013). Di Pulau Sulawesi, UTP terbanyak ada di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 1,12 juta unit (turun 4,45 persen dibandingkan 2013).

Di Pulau Sumatera, UTP terbanyak ada di Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah 1,52 juta unit (turun 11,26 persen dibandingkan 2013). Di Pulau Jawa, UTP terbanyak ada di Jatim sebanyak 5,68 juta unit (turun 8,08 persen dibandingkan 2013).

Di Bali-Nusra, UTP terbanyak ada di Provinsi NTT dengan jumlah 900 ribuan unit (turun 2,85 persen dibandingkan 2013). Sedangkan di Maluku dan Papua, UTP paling banyak terdapat di Provinsi Papua Pegunungan dengan jumlah 220 ribuan unit.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore