Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Desember 2023 | 22.51 WIB

Waspada Kepemilikan Data dan Traffic Transaksi, Akademisi Soroti Rencana Bergabungnya Tiktok dan Goto

TikTok Shop. - Image

TikTok Shop.

JawaPos.com - Rencana Tiktok Shop kembali beroperasi ke Indonesia mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi. Pasalanya, aplikasi sosial media bikinan Tiongkok itu disebut-sebut bakal bermitra dengan e-Commerce Tanah Air perlu diamati dalam berbagai hal. 

Akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Hargo Utomo, mengatakan, rencana Tiktok Shop yang disebut-sebut bakal bermitra dengan e-Commerce Tanah Air perlu diamati dalam berbagai hal. Diantaranya mengenai kepemilikan data dan keamanan data pengguna atau konsumen. 

"Yang perlu diwaspadai adalah Data Ownership dan Data Security. UU perlindungan Data Pribadi akan berkurang maknanya jika kepemilikan data dan akses terhadap traffic transaksi data dikendalikan oleh pihak asing," kata Hargo kepada wartawan. 

Hargo juga mengaku, Tiktok Shop pasti akan kembali seperti dugannya. Pasar Indonesia yang begitu besar ditambah desas-desus meraka akan berkongsi dengan GoTo - Tokopedia khsusunya, bakal menggabungkan banyak lini bisnis di setip entitas dalam satu payung.  

Dalam hal ini, Hargo meminta, pemerintah mengawasi betul rencana bisnis tersebut. Sebab, keamanan data konsumen merupakan hal sangat penting dimiliki oleh negara. 

"Sebagai regulator, sudah saatnya pemerintah menjalankan fungsi pengawasan terhadap arus uang dan barang via e-Commerce untuk kepentingan 'national interest & sovereignty'," sambung Hargo. 

Diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi juga mengingatkan soal adanya aplikasi yang menguasai 123 juta WNI. Hal itu pula bersamaan dalam hitungan bulan karena ada pembelian yang sangat masif. 

Ia memberi perhatian pada keamanan data dan perilaku konsumen Indonesia yang dianggap sudah dikuasai dengan predatory pricing. “Jangan mau kita terkena juga kolonialisme di era modern ini. Kita gak sadar, tahu-tahu kita sudah terjajah secara ekonomi,” kata Jokowi saat memberi pengarahan dalam program pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Merdeka, Jakarta.

Hal ini juga diwanti-wanti oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki. Sebab menurutnya Project S TikTok mengancam produk UMKM dalam negeri karena barang yang dipasarkan diduga berasal dari luar negeri. Namun, TikTok Indonesia membantah menjalankan bisnis lintas batas (cross border) melalui Project S TikTok di Tanah Air.

Sementara itu, Peneliti Center of Digital Economy and SMEs Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Izzudin Al Farras mengungkap bahaya Project S milik social commerce TikTok. Farras menyebut, Project S yang tengah dikembangkan TikTok di Inggris akan mematikan bisnis UMKM domestik jika diterapkan di Indonesia.

Project S merupakan agenda yang dijalankan platform sosial commerce asal Tiongkok melalui Tiktok Shop untuk memperbesar bisnisnya ke berbagai negara, salah satunya di Inggris. Melalui Project S, Tiktok diduga akan menggunakan data mengenai produk yang laris di suatu negara untuk kemudian diproduksi di Tiongkok.

"Bahaya dari Project S ketika data-data yang sudah didapat tiktok sebagai media sosial, diolah sedemikian rupa sehingga digunakan untuk memproduksi barang dari negara asal di China. Itu sangat berbahaya (bagi UMKM)," ungkap Farras.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore