Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 November 2023 | 18.36 WIB

BPS: Inflasi Oktober 0,17 Persen, El Nino Diprediksi Moderat sampai Februari 2024

ILUSTRASI. Kenaikan harga BBM nonsubsidi jadi salah satu pemicu kenaikan harga (inflasi) Oktober 2023. - Image

ILUSTRASI. Kenaikan harga BBM nonsubsidi jadi salah satu pemicu kenaikan harga (inflasi) Oktober 2023.

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulan Oktober 2023 sebesar 0,17 persen. Dengan demikian inflasi tahun kalender (terhadap Desember 2022) mencapai sebesar 1,8 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (dibandingkan Oktober 2022) sebesar 2,56 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyampaikan, inflasi Oktober secara month-to-month yang sebesar 0,17 persen tersebut didorong adanya kenaikan harga pada seluruh komponen. Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 0,46 persen, dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,9 persen.

"Komoditas yang dominan menyebabkan inflasi harga yang diatur pemerintah adalah bensin, tarif angkutan udara, dan tarif air PAM," kata Pudji dalam paparannya, Rabu (1/11).

Sedangkan komponen harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 0,21 persen dan memberikan andil terhadap inflasi Oktober 2023 sebesar 0,03 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga pada komponen ini antara lain beras, cabai rawit, cabai merah, jeruk, dan sawi hijau.

Kemudian, komponen inflasi inti mengalami inflasi sebesar 0,08 persen, dan memberikan andil terhadap inflasi Oktober 2023 sebesar 0,05 persen. "Komoditas penyumbang inflasi inti adalah emas perhiasan," lanjut Pudji.

Dari 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dipantau, sebanyak 60 kota mengalami inflasi dengan 42 kota diantaranya mengalami inflasi lebih tinggi dari nasional. Dari 90 kota IHK, sebanyak 21 kota mengalami deflasi.

Di Pulau Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Palembang (0,53 persen), sedangkan deflasi terdalam terjadi di Tanjungpandan (0,62 persen). Di Pulau Jawa, semua kota mengalami inflasi, dengan yang tertinggi adalah Kota Sumenep (0,63 persen). Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Tasik (0,01 persen).

Di Pulau Bali Nusa Tenggara, inflasi tertinggi terjadi di Kupang (0,47 persen), sedangkan deflasi terdalam terjadi di Bima (0,11 persen). Di Pulau Kalimantan, inflasi tertinggi terjadi di Palangkaraya (0,63 persen), sedangkan deflasi terdalam terjadi di Tarakan (0,13 persen).

Di Sulawesi, inflasi tertinggi terjadi di Gorontali (1 persen), sedangkan deflasi terdalam terjadi di Luwuk (0,58 persen). Di Pulau Maluku Papua, inflasi tertinggi terjadi di Sorong (0,74 persen), sedangkan deflasi terdalam terjadi di Tual sebesar 1,08 persen.

"Inflasi tertinggi di Gorontalo disumbang oleh cabai rawit dengan andil 0,53 persen, beras andilnya 0,2 persen, rokok kretek filter andilnya 0,06 persen, tomat andilnya 0,05 persen, dan upah Asisten Rumah Tangga dengan andil 0,04 persen," jelas Pudji. "Dari 21 kota yang mengalami deflasi, deflasi terdalam terjadi di Tual sebesar 1,08 persen," lanjutnya.

Dampak El Nino

Berbagai peristiwa global dan domestik berpengaruh terhadap inflasi Oktober 2023. BPS mencatat terjadi tren kenaikan harga komoditas di pasar internasional. Harga minyak mentah (crude) mengalai rebound sejak Juli 2023. Harga emas terus naik sejak akhir 2022. Sedangkan harga beras naik tajam sejak Juli 2023 sebagai dampak El Nino.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan El Nino bertahan moderat pada Oktober 2023. Ini dapat dilihat dari curah hujan yang rendah dari Mei-Oktober 2023. "El Nino diprediksi moderat sampai Februari 2024, walaupun hujan mulai turun sesekali Oktober ini," kata Pudji.

Peristiwa lain yang memengaruhi yakni penyesuaian suku bunga dan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Bank Indonesia (BI) diketahui menaikkan BI7DRR sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen. Kenaikan suku bunga BI dilakukan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar dari dampak ketidakpastian global, sebagai upaya pre-emptive dan forward looking mengantisipasi imported inflation.

"Pertamina juga melakukan penyesuaian harga Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dex Lite, yang naik 4-6 persen," tuturnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore