
Ilustrasi: Pasar mobil bekas. (Fleet News)
JawaPos.com - Lonjakan harga BBM diesel mulai memicu kekhawatiran di pasar otomotif nasional. Kenaikan tajam harga Pertamina Dex hingga solar premium milik SPBU swasta disebut berpotensi menekan biaya operasional kendaraan diesel dan memengaruhi minat masyarakat membeli mobil diesel, terutama di pasar mobil bekas.
Meski penjualan masih terpantau stabil hingga akhir April 2026, pelaku industri mulai mewaspadai perlambatan pasar jika harga bahan bakar terus meroket.
Kenaikan ini dinilai berdampak langsung terhadap biaya operasional hingga penjualan kendaraan bermesin diesel, baik unit baru maupun bekas.
Sejumlah penyedia BBM, mulai dari perusahaan milik negara seperti Pertamina hingga pihak swasta seperti BP dan Vivo, telah menyesuaikan harga produk diesel mereka. Kenaikan pada produk solar dalam seri Pertamina Dex.
Dexlite (CN 51) kini dibanderol Rp26.000 per liter, naik dari Rp23.600 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex (CN 53) meningkat menjadi Rp27.900 per liter dari sebelumnya Rp23.900 per liter.
Di sisi lain, BBM diesel milik swasta juga mengalami kenaikan serupa. BP Ultimate Diesel kini dijual Rp 30.890 per liter dari sebelumnya Rp 14.620 per liter. Sementara itu, Diesel Primus dari SPBU Vivo juga naik menjadi Rp 30.890 per liter, dari harga sebelumnya Rp 14.610 per liter.
Melihat hal ini, salah satu pemain pada pasar mobil bekas, JBA Indonesia, mengungkapkan bahwa pihaknya belum terpengaruh kenaikan harga BBM berjenis diesel.
“Hingga akhir April, penjualan mobil bekas berbahan bakar diesel, Dexlite, dan sejenisnya, khususnya di JBA, masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil,” kata Johan Wijaya, Marketing & Sales Division JBA Indonesia saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (5/5).
Dia menegaskan, hal ini dikarenakan kenaikan harga bahan bakar baru mulai terjadi pada minggu ketiga April, sehingga dampaknya belum terasa secara signifikan pada performa penjualan.
“Meskipun harga BBM diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex mengalami kenaikan yang cukup signifikan, kondisi ini belum memberikan pengaruh besar terhadap penjualan secara keseluruhan hingga akhir April,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022