Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 17.21 WIB

Presiden Pimpin Panen Raya, Bulog Impor 1,7 Juta Ton Beras untuk Perkuat Stok

DEKAT: Presiden Joko Widodo berbincang dengan para petani gabah di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (13/10). - Image

DEKAT: Presiden Joko Widodo berbincang dengan para petani gabah di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (13/10).

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin pelaksanaan panen raya beras. Kemarin (13/10) Jokowi mendatangi para petani gabah di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dia menyebut harga gabah hasil panen cukup memuaskan dan membuat para petani senang.

Jokowi menuturkan, di lokasi panen raya, rata-rata produksinya mencapai 8,6 ton per hektare. ’’Saya tanya ke petani, ada yang 1 hektare menghasilkan 8 ton sampai 9 ton,’’ katanya.

Jika dirata-rata, diperoleh angka 8,6 ton gabah per hektare. Tingginya produktivitas itu lantaran irigasi masih sangat bagus. Sawah petani mendapat suplai air yang cukup kendati kemarau panjang masih terjadi di sebagian Pulau Jawa.

’’Harga gabahnya sekarang (membuat) senang semua petani,’’ ucapnya. Harga gabah di tingkat petani bervariasi antara Rp 7.200–Rp 7.400 per kg.

Jokowi pun turun ke panen raya untuk memantau langsung pasokan beras atau gabah dari level petani. Dia ingin memastikan produksi padi berjalan dengan baik di tengah melandanya Super El Nino.

Namun, di tengah harga gabah yang bagus, Jokowi menyebut ada yang tidak senang. Yakni, di tingkat konsumen. Karena itu, diperlukan upaya untuk menambah stok cadangan beras demi mengendalikan harga.

Stok cadangan beras di Bulog saat ini ada 1,7 juta ton. Dalam waktu dekat, akan datang 500–600 ribu ton beras impor. Dengan demikian, di tengah gelombang Super El Nino dan musim kemarau panjang, cadangan beras nasional tidak sampai anjlok.

Sementara itu, Perum Bulog baru saja mendatangkan beras impor asal Vietnam sebanyak 24.000 ton yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (12/10). Beras impor itu disalurkan bersamaan di 17 pelabuhan di seluruh wilayah Indonesia. Adapun negara asal beras impor adalah Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Pakistan.

Kedatangan beras Bulog itu merupakan bagian dari realisasi 2 juta ton impor beras untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP). Jadi, total beras impor yang sudah didatangkan yakni 1,7 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso melaporkan, dari 1,7 ton beras impor yang sudah didatangkan, stok di Bulog mencapai 1,6 juta ton beras. ’’1,6 juta ton beras di Bulog itu disiapkan untuk kegiatan bantuan pangan dalam 3 bulan ke depan,’’ ujar Buwas.

Mengantisipasi pengaruh panjang El Nino, lanjut Buwas, presiden menugaskan Bulog untuk mengimpor tambahan 1,5 juta ton beras di sisa tahun ini. Namun, menurut perhitungannya, beras impor tambahan yang mungkin bisa direalisasikan hanya 500 ribu ton. (wan/agf/c18/bay)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore