Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan bahwa RI masih menyimpan banyak cadangan minyak dan gas. Dari 128 cekungan hidrokarbon, 68 di antaranya masih belum dieksplorasi.
Terkait itu, Arifin mengajak para Kontraktor Kerja Sama dapat menjaga komitmen eksplorasinya sehingga dapat berperan aktif dalam meningkatkan cadangan minyak dan gas bumi serta memenuhi kebutuhan energi nasional di masa mendatang.
"Untuk memenuhi kebutuhan migas, Indonesia saat ini memfokuskan upaya eksplorasi cekungan migas dengan mengingat Indonesia masih menyimpan banyak cadangan migas yang belum dimanfaatkan. Dari 128 cekungan hidrokarbon, 68 diantaranya masih belum dieksplorasi," ujar Arifin dalam acara 4th International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIUOG) 2023 di Nusa Dua, Bali, Kamis (21/9).
Selain itu, Arifin juga menyampaikan bahwa mulai tahun ini, Pemerintah Indonesia menggalakkan penambahan wilayah kerja migas baru setiap tahunnya. "Investor dapat berpartisipasi melalui proses penawaran wilayah kerja yang dilakukan pemerintah atau bernegosiasi langsung dengan pemerintah," imbuhnya.
Untuk memfasilitasi hal ini, putaran ketiga penawaran Wilayah Kerja Migas juga akan diumumkan untuk menjangkau lebih banyak investasi pada sumber daya yang ditemukan dan peluang baru di bidang terbuka dan beberapa bidang minat yang ditargetkan.
Dia menjelaskan, Pemerintah akan menawarkan wilayah kerja baru kepada investor dengan syarat dan ketentuan yang lebih menarik. Meliputi, perbaikan pembagian ekuitas antara pemerintah dan kontraktor, memungkinkan kontraktor mendapatkan bagian yang melebihi 50 persen.
Lalu, skema kontrak fleksibel yang berlaku untuk pengaturan cost recovery dan gross split untuk aktivitas konvensional dan non-konvensional. Sebanyak 10 persen bagian minyak bumi tahap pertama yang dapat dibagikan.
"DMO dengan ICP 100 persen sepanjang periode PSC, Fasilitas perpajakan pada tahap eksplorasi dan eksploitasi, Insentif termasuk kredit investasi dan percepatan penyusutan, dan Kemudahan akses data melalui mekanisme keanggotaan di Migas Data Repository (MDR)," tandasnya.