
Suasana Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Rabu (26/3/2023).
JawaPos.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan badan baru bernama Indonesian Research and Innovation Fund (IRIF). Tujuannya, mengintegrasikan tiga komponen ekosistem penelitian dan inovasi. Yakni, hibah pendanaan, mobilisasi peneliti, dan penggunaan infrastruktur riset.
Peluncuran IRIF disampaikan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko seusai pembukaan Indonesia Research and Innovation Expo (Inari Expo) 2023 di Cibinong, Bogor, kemarin (20/9). Dia menjelaskan, IRIF dibentuk untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi BRIN sebagai lembaga pendanaan riset dan inovasi di Indonesia. Sekaligus meningkatkan peran BRIN di tingkat global.
Dia mengungkapkan, IRIF secara tidak langsung menyediakan dana hibah untuk riset dan inovasi. Lebih dari itu, IRIF mengumpulkan sejumlah skema pendanaan riset yang bersumber dari APBN maupun dana abadi di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Handoko mencontohkan, salah satu skema pendanaan riset adalah Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM).
Dia menyebutkan, dana abadi penelitian di LPDP saat ini sekitar Rp 13 triliun. Dari dana pokok tersebut, setiap tahun nilai manfaat mencapai Rp 400 miliar sampai Rp 500 miliar. Dana itu kemudian dikelola bersama BRIN untuk hibah riset dan inovasi.
”Nah, IRIF itu kumpulan dari skema fungsi kita sebagai funding agency. Jadi, bukan hanya hibah riset dalam bentuk uang, tetapi juga infrastruktur. Kemudian, mobilitas periset,” jelasnya.
Handoko menegaskan, kegiatan riset dan inovasi bukan sebatas soal pendanaan. Tetapi juga terkait dengan infrastruktur atau peralatan penelitian serta SDM peneliti. Menurut Handoko, infrastruktur riset justru membutuhkan biaya cukup besar. ”Kami open infrastruktur riset,” kata mantan kepala LIPI tersebut.
Banyak perusahaan yang tidak menjalankan riset karena terkendala peralatan yang mahal. Mereka lebih memilih inovasi yang sudah jadi. Adanya infrastruktur riset yang bebas digunakan dan ketersediaan peneliti diharapkan bisa menumbuhkan budaya riset dan inovasi di Indonesia.
Sementara itu, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Agus Haryono menyatakan, beragam skema fasilitasi riset telah dimanfaatkan periset dari berbagai kalangan di dalam negeri. Baik dari BRIN, perguruan tinggi, swasta, industri, maupun masyarakat umum. Namun, untuk skala internasional, IRIF inilah yang berfungsi sebagai jembatan antara periset luar negeri dan dalam negeri. ”Jadi, IRIF ini seperti jembatan atau hub,” katanya. (wan/c14/oni)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
