
IHSG pada perdagangan 13/5 di zona merah usai pengumuman MSCI. Investor diminta tenang dan mulai akumulasi saham blue chip serta Small Cap. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (13/5) siang terpantau berada di zona merah usai pengumuman MSCI. Setelah sempat dibuka pada posisi 6.763 pada pagi hari ini.
Mengutip RTI Business, perdagngan pada pukul 12.53 WIB berada pada level 6734. Angka tersebut tercatat melemah sebesar 1,81 persen atau 124,3 poin.
Merespons hal itu, Pengamat Pasar Modal Hans Kwee mengatakan bahwa pasar saham bereaksi atas pengumuman rebalancing MSCI pada Selasa (12/5) kemarin. Dalam kondisi ini, Hans meminta pasar untuk bersikap lebih tenang di tengah penghapusan sejumlah emiten oleh MSCI.
"Pelaku pasar seharusnya lebih tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan jual atau panic selling. Perlu dipahami bahwa penghapusan (deletion) sejumlah emiten dari indeks ini lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan serta-merta mencerminkan kerusakan fundamental pada perusahaan tersebut," kata Hans dalam analisisnya, Rabu (13/5).
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa banyak pelaku pasar dan fund manager sudah mengantisipasi penghapusan saham tersebut oleh MSCI dalam beberapa bulan terakhir.
Bahkan, Fund manager pasif sebagian akan memanfaatkan periode terakhir pada Jumat (29/5) untuk melakukan rebalancing portofolionya mengikuti pengumuman MSCI.
"Di balik volatilitas jangka pendek ini justru terbuka peluang untuk melakukan akumulasi pada saham-saham blue chip dan sektor Small Cap yang harganya terkoreksi secara anomali akibat kepanikan dan tekanan jual paksa (forced selling) oleh fund manager pasif," jelasnya.
Lebih lanjut, Hans menilai transparansi kini menjadi modal krusial bagi Indonesia untuk mengikuti jejak sukses India. Dalam hal ini, peran OJK dan SRO, meliputi BEI, KPEI, KSEI sangat vital dalam memperketat pengawasan terhadap struktur kepemilikan dan transaksi pihak afiliasi guna memastikan pasar yang lebih adil.
Upaya SRO dalam mendorong keterbukaan informasi yang lebih real-time serta langkah tegas OJK dalam mereformasi perlindungan investor minoritas akan menjadi sinyal positif bagi lembaga pemeringkat global seperti MSCI.
"Bagi investor Indonesia, inilah saatnya melakukan evaluasi portofolio secara objektif, karena pasar yang mampu berbenah pasca-koreksi teknikal sering kali menghasilkan pertumbuhan yang jauh lebih tangguh dalam jangka panjang," tuturnya.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
