
Direktur Operasi PT Haleyora Power, Diksi Erfani Umar (kanan) saat ditemui di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (2/8).
JawaPos.com - Anak usaha PT PLN (Persero), PT Haleyora Power mengaku optimistis bahwa pengguna mobil listrik akan terus meningkat. Salah satunya didorong oleh kebijakan pemerintah, seperti di Jakarta yang memberi insentif kepada mobil listrik berupa bebas ganjil genap.
Direktur Operasi PT Haleyora Power, Diksi Erfani Umar mengatakan insentif tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah guna menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat terkait ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
"Jadi kalo pemerintah sekarang cuma menargetkan tahun ini 8.000. Rasanya akan lebih banyak lagi. Kita yakin itu. Apalagi orang Jakarta (pengguna mobil listrik) sekarang itu bebas ganjil genap. Wah, itu luar biasa sekali. Banyak orang yang beli mobil listrik tujuan awalnya itu (bebas ganjil genap). Pasti, ah saya bisa kemana saja everyday," ujarnya saat ditemui di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (2/8).
Tak hanya bebas ganjil genap, Diksi juga mengatakan bahwa pemerintah sudah mendukung ekosistem kendaraan listrik dengan memberi sejumlah insentif fiskal lain. Seperti, potongan PPN 11 persen.
Hal-hal itu lah kemudian yang melandasi PT Haleyora Power sebagai penyedia Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bersama dengan ABB, perusahaan global di bidang elektrifikasi bekerja sama untuk mengembangkan infrastruktur pengisi daya kendaraan listrik di Indonesia.
Diksi mengungkapkan, dalam kerja sama tersebut pihaknya akan melakukan pengembangan layanan perangkat pengisi daya kendaraan listrik (charger) studi komprehensif, penyediaan charger. Lalu, pengembangan kompetensi personel dan pendirian pusat layanan (service center) termasuk dukungan purna jual charger.
Kerja sama ini juga dilakukan guna mendukkung rencana Pemerintah yang menargetkan sejumlah 2,1 juta motor listrik dan 20 ribu kendaraan listrik sudah beroperasi pada 2025.
"Peningkatan jumlah kendaraan listrik tersebut tentu harus dibarengi dengan infrastruktur pendukung seperti layanan pengisian daya," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta memberikan insentif mobil listrik berupa bebas ganjil genap saat melintas di jalur yang telah ditentukan. Jalur ganjil genap tujuannya untuk mengurangi kemacetan serta mengurangi pencemaran akibat emisi gas buang dari kendaraan.
Namun, ganjil genap tidak berlaku bagi mobil listrik. Aturan ini tertuang dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
