JawaPos.com - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, yang dikenal sebagai Cinema XXI (CNMA) secara resmi telah mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (2/8).
Corporate Secretary Cinema XXI Tri Rudy Anitio mengatakan dengan meraih dana segar sebesar Rp 2,25 triliun. Pihaknya berencana membuka 80 layar bioskop baru pada tahun 2023. Target tersebut akan meningkat di tahun 2024 menjadi 140 layar.
"Tahun ini kita sudah ada plan untuk 80 layar, yang akan buka di tahun ini, dan tahun depan akan buka lagi sekitar 140 layar," kata Tri Rudy kepada wartawan di Kantor BEI, Jakarta, Rabu (1/8).
Meski demikian, Rudy tidak merinci di mana saja lokasi yang akan dipilih CNMA untuk membuka layar bioskop. Dia hanya menyebut, bahwa penambahan itu akan dilakukan baik di Pulau Jawa dan Luar Jawa.
Lebih lanjut, dia merinci bahwa untuk membuka satu layar pihaknya membutuhkan dana sekitar USD 500 ribu. Itu artinya, CNMA harus mengucurkan setidaknya sekitar USD 40.000 atau Rp 604 Miliar (Kurs Dollar Rp 15.100) untuk membangun 80 layar bioskop.
"Estimasi kita sekitar 500 ribu US per layar. Itu karena kita menggunakan patokan US biasanya tidak terkoreksi dengan inflasi," jelasnya.
Rudy mengatakan hingga Semester I/2023 penambahan layar di sejumlah wilayah ini suda terealisasi sebanyak 30 layar. Tak hanya menambah jumlah layar, Rudy memastikan bahwa dana segar yang diperoleh dari IPO ini akan digunakan untuk mengembangkan teknologi dalam cinematic.
"Jadi seperti penambahan projector laser, itu kita lakukan penggantian projector jadi laser semua. Jadi kita akan menutamakan penggunaan dana ini untuk membuka cinema baru dan pengembangan teknologi di bidang cinematic," imbuhnya.
Tri juga optimisis bahwa jumlah penonton yang datang ke Cinema XXI akan meningkat. Dia memprediksi akan ada peningkatan penonton sekitar 25 persen dibanding tahun lalu.
"Saya yakin sekali akan membaik karena pandemi sudah selesai. Kemarin pada tahun 2022, tidak ada film yang baru. Karena itu semua film yang diproduksi sebelum pandemi. Sekarang film-film yang akan dirilis sekarang ini, film yang diproduksi pasca pandemi. Jadi pasti line up-nya akan lebih baik," tandasnya.