Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Juni 2023 | 03.44 WIB

Serap Banyak Tenaga Kerja, Investasi Pembangunan Smelter Freeport dan Tambang Lain Banyak Didukung

Smelter Manyar Project milik PT Freeport Indonesia.

JawaPos.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan investasi PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur, telah menyentuh USD2,2 miliar (Rp33 triliun) per Mei 2023.

Proyek pembangunan smelter terbesar di dunia itu juga telah menyerap 15.000 tenaga kerja Indonesia. Sementara total investasi PTFI adalah USD 3 miliar atau Rp45 triliun.

Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mendukung Menteri Bahlil agar investasi yang masuk ke Indonesia pada sektor hilirisasi dapat saling terintegrasi antara fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) yang dimiliki PT Freeport Indonesia dengan smelter tambang lainnya.

Karena dengan integrasi tersebut diyakini akan memperkuat hilirisasi dalam upaya membangun ekosistem suatu industri yang akan memberikan nilai tambah serta menjadikan pijakan Indonesia menjadi negara yang maju.

“Saya kira masuk akal, asal di sini bahwa smelterisasi ini dilakukan untuk seluruh hasil tambang bukan satu-satunya dari Freeport karena tujuan lain selain menaikkan nilai tambah itu membangun ekosistem dari suatu industri,” ujar Fahmy, Sabtu (24/6).

Fahmy mencontohkan smelter Freeport itu bisa diintegrasikan dengan smelter nikel yang dapat menghasilkan produk turunan terutama bahan baku baterai kendaraan listrik.

“Nikel itu produk-produk turunannya bisa menjadi komponen atau bahan baku dari industri yang lain yang saling keterkaitan. Keterkaitan industri dalam satu ekosistem inilah yang kemudian akan menghantarkan Indonesia menjadi negara maju,” ucapnya.

Dijelaskan Fahmy hilirisasi pada nikel sudah terbukti memberikan nilai tambah yang signifikan bagi negara, apalagi menurutnya nikel menjadi bahan utama baterai kendaraan listrik yang sangat dibutuhkan bagi kendaraan mobil listrik masa depan.

“Nikel misalnya dari hulu sampai hilir dari biji nikel nanti sampai menghasilkan baterai, baterai kemudian menjadi komponen listrik kemudian membangun mobil listrik,” paparnya.

“Indonesia berkembang ekonominya tidak hanya ditopang oleh sektor konsumsi tetapi kontribusi utamanya adalah karena produk industri tadi,” sambung Fahmy.

Lanjut Fahmy mengatakan jika kebijakan semua tambang itu secara konsisten dilarang dan harus masuk smelter di dalam negeri, maka investor akan berbondong-bondong membangun smelter-smelter baik oleh perusahaan dalam negeri maupun dari investor asing.

Menurut Fahmy dengan dibukanya smelter-smelter tersebut akan menciptakan lapangan kerja baru yang besar.

“Nah beroperasinya smelter itu memang membuka lapangan kerja yang besar sekali lagi bukan hanya Freeport tapi semua hasil tambang dan mineral tadi. Kalau pemerintah konsisten melarang ekspor bahan mentahnya dan mengolah smelter itu maka kemudian akan muncul investor-investor,” jelasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore