
Massa menyerang dan merusak fasilitas Proyek Strategis Nasional (PSN) milik PT CNI Group. Massa menuduh pihak perusahaan melakukan pencemaran lingkungan.
JawaPos.com – Sekelompok orang diduga melakukan aksi premanisme dengan menyerang dan merusak fasilitas Proyek StrategisNasional (PSN) dan Objek Vital Nasional (Obvitnas) milik perusahaan PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) Group di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Aksi itu terjadi Kamis (15/6) sekitar pukul 11.49 wita. Sambil menghunus senjata tajam, sekelompok preman yang diduga mendapat dukungan dari penambang nikel illegal masuk ke areal PSN secara ilegal. Mereka merusak fasilitas dermaga hinggamemotong tali sejumlah kapal tongkang yang sedang bersandar.
Akibat aksi premanisme itu, stabilitas keamanan di kawasan PSN menjadi tidak kondusif. Hal itu berdampak pada terhambatnya pekerjaan pembangunan proyek smelter nikel Ceria sehingga dikhawatirkan mundur dari target operasional pada Mei 2024 sebagaimana dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Aksi premanisme itu memprotes pencemaran lingkungan di Desa Muara Lapao-pao, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. Mereka menuduh Ceria sebagai penyebab terjadinya pencemaran di desa mereka.
Merespons aksi anarkis itu, Manajer Legal Ceria Kenny Rochlim berjanji segera melakukan langkah hukum. Pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian agar segera dilakukan tindakan hukum.
Terkait tuduhan pencemaran yang disampaikan kelompok tersebut, Kenny Rochlim menjelaskan seluruh aktivitas Ceria berjalan sesuai kaidah lingkungan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
”Sebagai PSN yang sedang membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian RKEF Feronikel, Ceria telah menerapkan good mining practice sehingga seluruh dampak lingkungan yang timbul sudah dimitigasi sejak awal. Hingga ditetapkan Ceria sebagai perusahaan pertambangan peringkat proper biru 4 kali pada 2018-2022,” jelas Kenny Rochlim, Jumat (16/6).
Menurut Kenny, tuduhan bahwa Ceria sebagai penyebab pencemaran terkesan berlebihan. Pasalnya, sebelum Ceria melakukan aktivitas penambangan di lokasi Babarina, Desa Muara Lapao Pao, di bagian daerah tersebut telah ada dua perusahan galian C yang menambang nikel namun IUP-nya dicabut Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
”Namun Ceria tetap akan mengakomodir tuntutan mereka dengan melibatkan dinas lingkungan hidup untuk melaksanakan pemantauan dan kunjungan ke lokasi, guna memastikan apakah pencemaran yang mereka tuduhkan itu sebagai dampak aktivitas Ceria atau tidak. Kami akan melakukan proses laboratorium baku mutu air yang terindikasi terdampak,” imbuh Kenny Rochlim.
Perusahaan Nasional PMDN Ceria di Kolaka Sulawesi Tenggara merupakan Program Strategis Nasional dalam pembangunan smelter dan berstatus objek vital nasional bidang pertambangan nikel. Status ini ditetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Penetapan status Obvitnas terhadap Ceria tercantum dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor202.K/HK.02/MEM.S/2021 tentang perubahan kedua atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 77 K/90/MEMILIKI/2019 tentang Objek Vital Nasional bidang energi dan sumber daya mineral, tertanggal 18 Oktober 2021.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
