Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah di Kantor Pusat BPKP, Jakarta, Rabu (14/6).
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi terhadap proyek pembangunan pabrik foil tembaga milik PT Hailiang Nova Material Indonesia yang didirikan di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Jokowi menilai bahwa dengan dibangunnya pabrik tersebut nantinya dapat menyerap material yang dihasilkan smelter di lokasi sekitar untuk diolah menjadi barang jadi maupun setengah jadi.
“Hasil dari PT Freeport Indonesia berada di lingkungan ini juga akan bisa diserap sehingga akan menjadi barang jadi atau setengah jadi yang nantinya akan kita gunakan untuk baterai litium atau baterai mobil listrik, maupun mobil listriknya itu sendiri,” kata Jokowi saat groundbreaking di Gresik, dikutip Rabu (21/6).
Jokowi menyebut bahwa kebutuhan material untuk industri kendaraan listrik tersebut nantinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja, tetapi akan dibutuhkan dan menjadi daya tarik investasi dari perusahaan-perusahaan kendaraan listrik di berbagai negara.
“Tidak hanya di Indonesia tetapi untuk kebutuhan dunia, karena semua materialnya itu ada di Indonesia sekarang ini, merek-merek mobil terkenal, pabrik-pabrik mobil terkenal, perusahaan-perusahaan mobil listrik semuanya berbondong-bondong melirik Indonesia dan berinvestasi di Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan bahwa Indonesia harus bisa mengintegrasikan hasil industri sumber daya mineral yang ada di Tanah Air dan mengolahnya di dalam negeri. Presiden menilai, hal tersebut nantinya akan berdampak kepada peningkatan nilai tambah dan semakin membuka kesempatan kerja.
“Ini lah yang akan mengantarkan negara kita Indonesia dari negara berkembang bisa menuju ke negara maju dalam sepuluh lima belas tahun yang akan datang," tegasnya.
Oleh karena itu, Presiden Jokowi berharap agar pembangunan pabrik tersebut dapat segera selesai dan bisa berproduksi untuk memberikan dorongan agar Indonesia bisa menjadi negara maju. “Kita mengharapkan ini bisa memberikan dorongan agar negara kita bisa menjadi negara maju,” tandasnya.
Senada dengan Jokowi, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan hilirisasi tembaga ini bisa menopang kebutuhan industri pembuatan kendaraan listrik. Terlebih, dalam setiap satu baterai mobil listrik dibutuhkan sekitar 56 kilogram tembaga.
Sehingga, kata dia, betapa pentingnya hilirisasi ini karena RI akan produksi jutaan mobil dan sepeda motor. Sehingga dengan proyeksi penjualan mobil listrik dunia saat ini dipastikan suplai tembaga tidak bisa memenuhi permintaan yang ada.
"Oleh karena itu dengan adanya kewajiban membuat smelter ini akan jadi modal yang besar untuk menarik investasi mobil listrik di Indonesia," tandasnya.