
Ilustrasi kendaraan opersional pertambangan milik PTBA
JawaPos.com - Pendidikan vokasi di tingkat SMK semakin diminati dalam industri manufaktur dan tambang. Keahlian para siswa SMK saat ini tidak kalah dengan lulusan sarjana. Hal itu dipicu dengan kurikulum belajar SMK langsung terjun ke industri. Para siswa mendapat ilmu praktik langsung dibanding teori.
"Kami selalu memberikan pelatihan atau workshop kepada siswa SMK di sekitar lokasi bisnis kami, terutama di Kalimantan Timur. Mereka selasai belajar dan praktik di tempat kerap siap bersaing di industri," ungkap Direktur PT Sanggar Sarana Baja (SSB) Johan Budisusetija kepada JawaPos.com di Jakarta, Kamis (15/6). SSB merupakan perusahaan manufaktur dan rekayasa teknologi.
Johan Budisusetija menuturkan, pihaknya meski berada di industri manufaktur yang dekat dengan sektor pertambangan dan logistik, tetapi tetap memberikan perhatian pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Sebab, di Indonesia saat ini terdapat banyak SDM-SDM usia-usia produktif. Kemampuannya menyerap ilmu begitu cepat. Ditambah pula dengan kemajuan teknologi membuat generasi sekarang cepat beradaptasi. Semuanya serba terkoneksi dengan internet.
Johan menyadari para siswa SMK yang mendapat ilmu dengan berpraktik di SSB tidak semuanya memilih untuk berkarir atau berkarya di tempat dia. Ada yang memilih berwirausaha dengan membuka bengkel las. Usaha itu berangkat dari ilmu yang didapat dari PT SSB.
"Secara dasar siswa SMK itu mendapat ilmu dari sekolah. Namun, untuk pengayaan lebih banyak didapat di tempat kami. Karena mereka ditempa dengan cara kerja yang profesional," terangnya.
Dia mengatakan, PT SSB terus berusaha menghadirkan program-program yang berdampak pada lingkungan. Langkah itu sebagai wujud nyata perusahaan untuk pembangunan yang inklusif, keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan ekonomi secara berkesinambungan.
Sementara itu dari sisi bisnis, PT SSB sangat mengandalkan prouduk unggulannya, yakni Blade Ejector Trailer 80 ton. Alat berat yang mengangkut untuk membawa material di area pertambangan. Pengakutan material tambang itu dilakukan dengan proses dumping yang terintegrasi pada sistem Human Machine Interface (HMI) guna mempermudah operator dalam mengoptimalkan unit bisnis.
Selain Blade Ejector Trailer 80 ton, sambung Johan, produk unggulan PT SSB yakni Optiload. Produk tersebut dapat memaksimalkan proses hauling dan dumping material overburden atau coal pada saat digunakan, sehingga dapat meningktakan produktifitas dan efisiensi.
"Inovasi-inovasi kami ini sebagai wujud mendukung pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan," ujarnya. Dia menyebut, PT SSB terus berusaha menghadirkan program-program yang berdampak pada lingkungan. Langkah itu sebagai wujud nyata perusahaan untuk pembangunan yang inklusif, keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan ekonomi secara berkesinambungan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
