Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 06.16 WIB

Babe Haikal: Halal Bukan untuk Muslim Saja

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan. (Dok. BPJPH) - Image

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan. (Dok. BPJPH)

JawaPos.com - Halal harus dipahami secara universal. Selama ini halal hanya dilihat dari sisi muslim dan makanan saja. Padahal lebih luas dari itu. 

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menekankan pentingnya memperkuat pemahaman halal yang dapat diterima secara luas di berbagai negara. Konsep halal diterima sebagai konsep yang sehat dan baik oleh banyak orang, terlepas latar belakang suku, bangsa, agama, dan budaya.

Halal bukan hanya untuk Muslim saja. Halal juga berkaitan dengan kesehatan, transparansi, traceability. Halal adalah simbol kesehatan, double clean. Halal is elite food, halal is high and no higher than halal,” kata Ahmad Haikal Hasan yang biasa disapa Babe Haikal di Jakarta pada Jumat (18/9).

Penekanan itu disampaikan Babe Haikal dalam The 5th Summit of Halal 20 (H20) atau forum internasional Halal 20 (H20) ke-5 yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (18/9) hingga Minggu (20/9).
 
"Halal adalah satu bahasa. Karena halal di bahasa Korea adalah halal. Di Arab, halal ya halal. Di Rusia halal adalah halal. Di Argentina halal adalah hala. Ini adalah cerminan," sambung Babe Haikal. 

Dalam pidatonya itu Haikal Hasan mengatakan bahwa perkembangan ekosistem halal perlu dilihat secara lebih komprehensif. Industri halal juga tidak hanya mencakup makanan dan minuman saja. Tetapi, juga mencakup berbagai jenis produk seperti kosmetik, obat, barang gunaan dan sebagainya sebagaimana diatur dalam regulasi Jaminan Produk Halal (JPH). 

Untuk itu, semangat tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kerja sama yang mampu meningkatkan keterhubungan ekosistem halal antarnegara. Penguatan kerja sama dapat mencakup pengakuan sertifikasi, harmonisasi standar, pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas lembaga, kemudahan perdagangan produk halal lintas negara, dan sebagainya yang dilaksanakan atas prinsip saling menguntungkan.

Forum internasional Halal 20 (H20) itu bertemakan tema “Bridging Bridges: Connecting Nations & Stronger Partnerships through Global Halal Trade & Economy. Acara tersebut dihadiri oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana. Event tersebut dihadiri oleh 450 peserta perwakilan dari 48 negara.

Hadir pula Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Ahmad Zahid bin Hamidi, Menteri Food and Drug Safety Republik Korea Yu-Kyoung Oh, Ketua B57+ Asia Pacific Arsjad Rasjid, para duta besar negara sahabat, perwakilan lembaga sertifikasi halal internasional, mitra strategis halal dalam dan luuar negeri. 

Forum H20 mempertemukan lembaga halal, regulator, lembaga sertifikasi halal, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas penguatan tata kelola halal, kemudahan perdagangan lintas batas, serta pengembangan ekonomi halal secara lebih luas. 

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore