
SPPG Kalitengah di Sidoarjo (Dok.Ardini Pramitha/JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) tetap menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo. Hal itu menyusul peristiwa ratusan siswa dan santri diduga alami keracunan setelah menyantap MBG.
SPPG Kalitengah sendiri sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikat halal. Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan, pihaknya langsung melakukan investigasi setelah menerima laporan dugaan keracunan tersebut. BGN Provinsi Jawa Timur bersama Koordinator Wilayah Sidoarjo juga turun ke lapangan.
“Memang dari Dinas Kesehatan sudah ada sertifikat laik dan lain-lain, tetapi kan ada juga mungkin dari makanan, ada mungkin dari operasional, kami tidak tahu,” kata Teguh, Rabu (2/9).
Menurut dia, kondisi sarana dan prasarana SPPG secara umum telah dinyatakan layak. Selain SLHS, dapur tersebut juga telah memiliki sertifikat halal. Namun, kepemilikan dokumen tersebut belum bisa menjadi dasar untuk memastikan makanan yang diproduksi aman dari penyebab dugaan keracunan. BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Hanya saja kan bahan baku itu bagaimana, itu perlunya investigasi dan hasil lab nantinya. Jadi kami masih menunggu hasil lab. Kami tidak bisa berbicara banyak perihal ini,” ujarnya.
Teguh menjelaskan, BGN telah menerbitkan surat suspend terhadap SPPG tersebut. Untuk sementara, dapur tidak diperbolehkan beroperasi hingga proses investigasi lebih lanjut dilakukan oleh tim dari BGN pusat. “Untuk saat ini sudah tidak beroperasi. Tinggal menunggu dari pusat apakah suspend-nya itu ringan atau berat,” jelasnya.
Tim pusat BGN dijadwalkan datang ke Sidoarjo untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Hasil investigasi tersebut nantinya menentukan sanksi yang diberikan kepada SPPG. Teguh menyebut suspend ringan dapat berlangsung sekitar dua minggu hingga satu bulan. Sementara apabila pelanggarannya dinilai berat, penghentian operasional dapat dilakukan secara permanen.
“Ringan ini kemungkinan bisa dua minggu atau bisa satu bulan, tergantung hasil labnya keluar. Kalau berat bisa permanen,” katanya.
Di sisi lain, Teguh membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai temuan belatung dalam makanan MBG yang dikonsumsi para santri. “Itu tidak ada. Tidak benar. Tidak benar yang itu,” tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022