Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juni 2026 | 18.03 WIB

Internet Murah Kunci Pertumbuhan Ekonomi Digital Nasional

Mama Redha, nelayan perempuan Sumba yang sukses jual hasil laut lewat TikTok Live. (Istimewa) - Image

Mama Redha, nelayan perempuan Sumba yang sukses jual hasil laut lewat TikTok Live. (Istimewa)

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memandang ketersediaan internet dengan harga yang lebih terjangkau sebagai salah satu faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai peluang di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan layanan berbasis teknologi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyampaikan bahwa penurunan biaya akses internet berpotensi meningkatkan pemanfaatan teknologi digital oleh masyarakat secara lebih luas. Kondisi tersebut diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ekonomi digital Indonesia.

"Biaya internet di Indonesia masih di atas apa yang dipatok ITU. Mereka mematok internet basket di bawah 2 persen dari total GDP per kapita," ujarnya dalam Merapi National Economic Forum 2026 di Yogyakarta, dikutip Selasa (8/6).

Ia menjelaskan bahwa aspek keterjangkauan menjadi salah satu kunci dalam memperluas inklusi digital. Ketika biaya internet semakin rendah, masyarakat akan lebih mudah memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi, meningkatkan keterampilan, menjalankan usaha, hingga mengakses berbagai layanan publik secara daring.

Atas dasar itu, Kementerian Komunikasi dan Digital terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan sekaligus mendorong efisiensi biaya layanan internet agar transformasi digital dapat dirasakan oleh lebih banyak kalangan.

"Kalau internet bisa murah, penetrasinya bisa bagus ke semua sektor masyarakat, maka ekonomi digital akan lebih dahsyat hasilnya," tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya memperkecil kesenjangan akses digital antardaerah melalui pengembangan berbagai infrastruktur telekomunikasi. Langkah tersebut mencakup pembangunan jaringan serat optik, penyediaan Base Transceiver Station (BTS), hingga pemanfaatan teknologi satelit Low Earth Orbit (LEO) untuk menjangkau wilayah yang sulit terhubung oleh jaringan konvensional.

Meski demikian, Nezar menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata ditentukan oleh ketersediaan jaringan internet. Manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat menjadi indikator yang jauh lebih penting.

"Konektivitas yang bermakna memberikan dampak kepada kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya. Itu sebabnya saat ini Kementerian Komdigi mencoba berfokus pada pembangunan talenta," ungkapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore