
Jumpa pers Google Cloud bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). (Istimewa)
JawaPos.com - Peluang startup kecerdasan buatan (AI) Indonesia untuk menembus pasar global semakin terbuka. Google Cloud bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI serta sejumlah lembaga inovasi di Asia Tenggara meluncurkan koridor inovasi startup AI yang menghubungkan kawasan ini dengan Silicon Valley, Amerika Serikat.
Inisiatif tersebut diwujudkan melalui program Google for Startups Accelerator: Southeast Asia, yang dirancang untuk membantu startup AI mengembangkan sekaligus mengomersialisasikan teknologi berbasis AI agentik agar mampu bersaing di pasar internasional.
Program ini tidak hanya menyediakan akses teknologi dan pendampingan teknis, tetapi juga membuka jalur langsung bagi para founder untuk berinteraksi dengan investor global, pusat teknologi dunia, hingga jaringan modal ventura di Silicon Valley.
Peluncuran program dilakukan dalam ajang Google for Startups Sprint di kantor pusat Google Asia Pasifik. Acara tersebut mempertemukan startup, investor, dan pemangku kepentingan pemerintahan dari berbagai negara di kawasan.
Menurut Google Cloud, program akselerator terbaru ini akan mendukung startup AI tahap Seed hingga Series B dari enam negara Asia Tenggara dengan fokus pada pengembangan produk AI generasi berikutnya yang memiliki dampak nyata bagi industri dan masyarakat.
Sami Kizilbash, Head of Developer Ecosystems Asia Pacific Google Cloud, mengatakan keberhasilan program akselerator sebelumnya menjadi fondasi untuk memperluas dukungan bagi startup AI di kawasan.
“Melanjutkan keberhasilan tersebut, Google for Startups Accelerator: Southeast Asia akan mendukung startup AI tahap Seed hingga Series B dari berbagai industri di enam negara, bersama Komdigi, EnterpriseSG, serta NIC dan SIHUB yang akan memberikan dukungan tambahan yang disesuaikan bagi startup dari Indonesia, Singapura, dan Vietnam,” ujar Sami di Jakarta baru-baru ini.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas negara dan kemitraan publik-swasta menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai salah satu pusat inovasi AI dunia.
“Melalui kemitraan publik-swasta dan berbagai inisiatif kami, termasuk Startup School: Agentic AI dan Gen AI Academy, kami mendukung para pengusaha dan pengembang di setiap tahap perjalanan mereka. Bersama-sama, kami membangun komunitas inovasi yang memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat terpercaya bagi solusi AI yang telah terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan ekonomi,” katanya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
