JawaPos.com - Pesatnya perkembangan teknologi informasi di berbagai bidang tak terlepas dari perannya dalam membuat, menyimpan, menyampaikan, hingga menyebarkan informasi. Penggunaan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, dan smartphone pun turut membuat teknologi informasi kian dibutuhkan masyarakat luas.
Hal tersebut kemudian mengubah banyak cara kita melakukan sesuatu. Termasuk berbisnis. Dari usaha kelas kakap sampai level Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), semuanya harus melek teknologi biar nggak ketinggalan.
Untuk mendapatkan hal tersebut, bisa dengan banyak cara. Salah satunya, Mekari, perusahaan software-as-a-service (SaaS) akan kembali menggelar Mekari Conference 2024, dengan tema “Sustainable Growth
Through Limitless Digital Innovation”, yang akan dilaksanakan pada 10 September mendatang.
Suwandi Soh, CEO Mekari, mengatakan bahwa Mekari Conference 2024 akan menyatukan pelaku teknologi dan bisnis untuk bertukar pandangan mengenai inovasi-inovasi terkini yang akan mendukung keberlanjutan bisnis.
“Sejak 2019, Mekari menyelenggarakan Mekari Conference sebagai ajang bagi para entrepreneur, pelaku bisnis, profesional, dan pakar untuk berbagi inspirasi mengenai penerapan teknologi di bisnis, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar," kata Suwandi di Jakarta baru-baru ini.
Suwandi memastikan bahwa topik dan konten di acara tersebut dipastikan bakal berisi "daging" semua. Alias, konten yang disampaikan akan punya banyak manfaat untuk hadirin yang datang.
"Tahun ini, pembicara dan peserta akan menambah wawasan mengenai strategi memanfaatkan teknologi inovatif - seperti Artificial Intelligence (AI), teknologi finansial (fintech), dan otomasi yang berkembang tanpa henti untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” lanjut Suwandi.
Konferensi satu hari ini akan menampilkan lebih dari 60 pembicara yang terdiri dari pengusaha, pimpinan, dan ahli dari lintas industri, mulai dari teknologi dan transportasi, hingga media dan hiburan.
Mereka akan tampil di sesi-sesi yang akan menelaah topik-topik terhangat, seperti
menumbuhkan bisnis melalui hyper-automation, memanfaatkan teknologi untuk mendukung produktivitas sumber daya manusia (SDM), dan membangun bisnis tahan goncang di zaman digital.
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia menargetkan pengembangan ekonomi digital hingga 2045 dimana salah satu pilar pengembangan ekonomi digital adalah mewujudkan ekosistem bisnis yang produktif melalui digitalisasi sektor-sektor ekonomi prioritas.
“Keberagaman pembicara akan menambah pemahaman peserta atas strategi bagaimana bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan di era digital dimana inovasi teknologi berkembang tanpa batas,” lanjutnya.
Selain sesi pembicara, konferensi tahun ini akan menghadirkan kegiatan baru, yaitu interaction stage dan networking night yang akan membawa pembicara lebih dekat dengan peserta konferensi. Konferensi turut didukung oleh berbagai sponsor kunci, termasuk Nium, Digital Hub by Sinar Mas Land, Alibaba Cloud, dan Digibay.