Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Desember 2023 | 21.00 WIB

Mengenal Diet Defisit Kalori untuk Menurunkan Berat Badan dan Makanan yang Harus Dihindari

ilustrasi makanan defisit kalori. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi makanan defisit kalori. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Jika Anda mencoba menurunkan berat badan, mungkin pernah mendengar istilah salah satu rencana diet paling terkenal yakni diet defisit kalori.

American Journal of Psychology, Endocrinology, and Metabolism menemukan risiko obesitas bergantung pada total asupan kalori seseorang dan defisit kalori terjadi ketika mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang digunakan tubuh dalam sehari.

“Ini adalah bagian penting dari pengelolaan berat badan karena mendorong tubuh Anda membakar lemak untuk menghasilkan energi,” kata ahli diet Sushma PS, dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Minggu (24/12).

“Kekurangan kalori dihitung dengan mengambil total pengeluaran energi harian (TDEE) dan mengurangi sejumlah kalori tertentu untuk menciptakan defisit kalori. Aturan umumnya adalah bertujuan untuk mengalami defisit antara 500 dan 1000 kalori sehari menghasilkan penurunan berat badan sekitar 1 hingga 2 pon seminggu,” jelas sang ahli.

Misalnya, jika TDEE tubuh adalah 2000 kalori dan menargetkan defisit 500 kalori, target asupan harian Anda adalah 1500 kalori.

Sushma mengatakan bahwa seseorang harus mengonsumsi makanan utuh tidak diolah yang juga menyehatkan tubuh dan pikiran.

Berikut beberapa makanan untuk diet defisit kalori:

Buah dan sayur: Kaya vitamin, mineral, dan serat, rendah kalori dan tinggi nutrisi.

Biji-bijian utuh: Beras merah, quinoa, dan oat memberikan energi berkelanjutan dan merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik.

Kacang-kacangan: Lentil, buncis, dan kacang-kacangan menawarkan protein dan serat sehingga meningkatkan rasa kenyang.

Kacang-kacangan dan biji-bijian: Almond, kenari, biji chia, dan biji rami menyediakan lemak sehat dan nutrisi tambahan.

Protein tanpa lemak: Sertakan sumber seperti tahu, tempe, dan produk susu rendah lemak untuk mendapatkan protein tanpa kalori berlebih.

Saat menjalani diet defisit kalori, penting untuk fokus pada makanan padat nutrisi yang menyediakan vitamin dan mineral penting tanpa menambah jumlah kalori.

Berikut beberapa makanan yang wajib dihindari:

Makanan olahan: Tinggi lemak tidak sehat, gula, dan kalori kosong.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore