Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Oktober 2024 | 17.48 WIB

Kerja, Kerja, Kerja

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

”Apa yang terjadi kali ini?” Ovi hampir menangis melihat wajah Tomi.

Dan Tomi mengatakan bahwa lengan kirinya tiba-tiba kram parah sewaktu Tomi tengah mengoperasikan forklif. Ia minta izin untuk istirahat, namun pengawas malah menyuruhnya masuk ke ruangan yang dulu ia masuki untuk mengganti lengan kanannya. Dan begitulah Tomi masuk ke ruangan itu. Seseorang memintanya tidur. Seseorang menyuntikkan sesuatu. Dan ketika terbangun beberapa saat kemudian, ia mendapati lengan kiri baru menggantikan lengan lamanya yang kram. Dan ia kembali bekerja.

”Tapi semua akan baik-baik saja,” kata Tomi. ”Memang begitulah yang namanya bekerja.”

Tomi melepas jaketnya dan menunjukkan lengan barunya kepada Ovi. Lebih gelap dan lebih berotot ketimbang lengan asli Tomi.

”Demi Tuhan,” Ovi menjerit.

”Tak apa,” kata Tomi. ”Lihat, semua baik-baik saja.”

Tomi mengepalkan jari-jari tangan kirinya. Menekuk lengannya ke atas. Dan berlagak seperti seorang binaraga. ”Aku hanya perlu tidur nyenyak malam ini dan dengan lengan semacam ini, besok aku bisa bekerja lebih keras lagi.”

Seperti sebuah siklus, semua memang berjalan baik-baik saja sampai tiga belas hari kemudian, ketika Tomi pulang kerja dengan wajah lebih kuyu ketimbang sebelumnya disertai dengan kaki kiri yang baru.

”Kakiku terkilir,” kata Tomi kepada Ovi. ”Dan karena kaki yang terkilir akan mengganggu produktivitas kerja, mereka menggantinya dengan kaki kiri yang baru.”

Kaki kiri baru Tomi adalah kaki kiri berbulu lebat dan berukuran satu setengah kali lebih besar ketimbang kaki asli Tomi. Ovi tidak suka melihatnya, apalagi dengan bekas jahitan yang kasar dan bergeronjal. Ketika berdiri telanjang di depan Ovi, postur tubuh Tomi tampak sangat tidak proporsional.

”Kau terlihat seperti Frankenstein,” kata Ovi.

Dan Tomi tertawa.

”Dengan kaki seperti ini,” kata Tomi, ”aku akan lebih produktif lagi dan bakal menjadi karyawan terbaik bulan ini. Dan kau tahu apa artinya? Bonus lebih.”

Tomi tidak menjadi karyawan terbaik bulan itu, namun Tomi benar-benar menjadi Frankenstein tujuh bulan kemudian. Selama waktu itu, Tomi telah mengalami pergantian kaki kanan setelah kaki itu tergencet mesin pres, pergantian lambung setelah Tomi muntah-muntah akibat serangan asam lambung, pergantian dada beserta segenap jeroannya lantaran tiba-tiba ia terkena sesak napas, pergantian mata setelah pandangannya berkunang-kunang dan mengakibatkan ia salah memasukkan bahan produksi, pergantian telinga setelah ia tiga kali tidak mendengar panggilan pengawas, dan pada akhirnya pergantian otak karena pengawas menilai ia terlalu lambat berpikir.

”Apakah kau masih Tomi yang sama?” Ovi bertanya sore itu setelah untuk kali kesekian ia bergidik melihat bekas-bekas jahitan dan sambungan di tubuh Tomi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore