Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 18.37 WIB

Borneo 25 dan Vaksin Rahasia: Suara Sunyi Sastra Sains di Era Digital

Cover Novel Borneo - 25 dan Vaksin Rahasia. (Istimewa) - Image

Cover Novel Borneo - 25 dan Vaksin Rahasia. (Istimewa)

Oleh: Elly Delfia

“Ilmuwan yang tidak membaca karya sastra hanya akan menghasilkan gagasan kering, tak inovatif, tak berjiwa, dan tak menyuarakan kemanusiaan. Sastra memberikan arah ke mana sains menuju “ (Oky Madasari, sastrawan Indonesia).

Kutipan di atas merupakan pernyataan Oky Madasari dalam artikel Permana (2021) dengan judul “Sastra vs Sains, Berpikir Kritis dan Multidisiplin untuk Masa Depan Bangsa”. Pernyataan yang menegaskan pentingnya sains dalam sastra. Kehadiran sains dalam sastra patut diperhitungkan dalam peta jalan perkembangan sastra Indonesia. Sains membuat sastra tidak hanya berbicara tentang nilai-nilai transendental, seperti budaya, agama, adat istiadat, politik, gender, ketidakadilan, tetapi juga tentang kebaruan ilmu pengetahuan. 

Sastra Sains di Era Digital

Penyatuan sastra dan sains yang disebut sastra sains merupakan fakta baru dalam penciptaan karya sastra di era digital. Sastra sains didefinisikan sebagai karya sastra yang berbasis pada ilmu pengetahuan, berlandaskan logika, fakta, pengamatan, dan eksperimen yang dapat mengeksplorasi makna teks secara lebih mendalam karena didukung oleh diksi-diksi ilmiah, gaya bahasa yang menarik, dan mudah dipahami (Puspidalia, Junaidi, dan Hasyim, 2025).

Sastra sains hadir dalam novel Borneo 25 dan Vaksin Rahasia, novel yang ditulis Hardi, seorang dokter, praktisi kesehatan, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Novel yang diterbitkan oleh PT Penamuda Media, Sleman, Yogyakarta, tahun 2026 ini seperti suara sunyi di tengah perkembangan sastra digital, seperti Novelme, Wattpad, Storial, Fizzo, kbm App, dan sejenisnya.

Novel ini berkisah tentang upaya penemuan vaksin rahasia yang dilakukan oleh Dokter Windy untuk mengatasi Virus N1X di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Di pulau indah yang menyamai Maladewa, Dokter Windy bersama Leo dan tim peneliti lain berusaha menemukan vaksin dengan menjadikan kera sebagai objek uji untuk reaksi-reaksi yang ditimbulkan akibat suntikan vaksin rahasia.

Percobaan demi percobaan dilakukan untuk menemukan vaksin baru agar dapat mengobati orang-orang yang kehilangan nyawa akibat virus N1X. Hati Dokter Windy gelisah dan berkecamuk, antara naluri kemanusiaan yang tidak tega melihat kera-kera sebagai objek uji sampel. Di sisi lain, hasratnya sebagai seorang peneliti juga tak bisa dibendung untuk menemukan vaksin yang dapat mengatasi virus N1X.

Novel ini membawa ingatan kita pada wabah Covid-19 yang pernah melanda dunia dan juga Indonesia pada akhir 2019 hingga tahun 2022. Wabah yang menimbulkan banyak trauma dan kematian akibat virus covid-19 menyebabkan masyarakat akrab dengan virus dan vaksin.  Beberapa jenis vaksin pernah akrab di telinga kita, seperti Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Sinopharm, dan lainnya yang disuntikkan ke dalam tubuh. Borneo 25 dan Vaksin Rahasia seperti perwujudan dari wacana intertekstualitas kisah pahit masa lampau tentang COVID-19 yang direkonstruksi dalam bentuk sebuah novel.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore