Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Oktober 2026 | 23.31 WIB

Di Tengah Era Digital, Industri Printing Masih jadi Penopang Ekonomi Kreatif

All Print Indonesia Expo 2026. (Istimewa) - Image

All Print Indonesia Expo 2026. (Istimewa)

JawaPos.com - Digitalisasi mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan berbisnis, tetapi kebutuhan terhadap produk cetak belum sepenuhnya hilang. Industri percetakan justru terus beradaptasi dengan teknologi baru, mulai dari digital printing hingga mesin produksi yang memungkinkan pelaku usaha membuat produk lebih cepat dan beragam.

Perubahan tersebut terlihat dalam gelaran All Print Indonesia Expo 2026 yang berlangsung pada 7–10 Oktober di Hall C3 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Pameran ini mempertemukan pelaku industri percetakan dengan perkembangan teknologi mesin dan kebutuhan produksi yang semakin beragam.

Di tengah perubahan pola konsumsi menuju layanan digital, pembaruan mesin menjadi salah satu faktor yang menentukan kemampuan pelaku usaha percetakan untuk meningkatkan kapasitas produksi. 

Kebutuhan investasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa industri printing tidak hanya bertumpu pada teknik cetak konvensional.

"Sektor percetakan nasional terus bertransformasi seiring pesatnya inovasi dan daya saing pasar. Oleh karena itu, BFI Finance mengambil peran aktif memfasilitasi kebutuhan pembaruan mesin produksi melalui serangkaian program promo bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan para pengusaha," ungkap Stanly Darisang, Head of Corporate Business BFI Finance.

Printing Beradaptasi dengan Perubahan Kebutuhan

Perkembangan teknologi membuat bisnis percetakan semakin dekat dengan kebutuhan industri kreatif. Mesin digital printing, offset, A3+, Direct to Garment (DTG), Direct to Film (DTF), hingga laser cutting kini digunakan untuk menghasilkan berbagai produk dengan kebutuhan produksi yang semakin spesifik.

Perubahan itu juga memperluas pasar percetakan. Pelaku usaha tidak hanya mengandalkan kebutuhan mencetak dokumen atau materi promosi, tetapi dapat masuk ke produk fesyen, kemasan, merchandise, signage, hingga berbagai kebutuhan personalisasi.

Karena itu, investasi mesin menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan usaha. Kapasitas, kecepatan produksi, kualitas hasil cetak, serta kemampuan mengerjakan jenis produk baru menjadi pertimbangan ketika pelaku usaha menentukan teknologi yang akan digunakan.

Data pembiayaan BFI Finance untuk wilayah Jabodetabek menunjukkan lini mesin industri printing menjadi salah satu penyerap porsi pembiayaan terbesar. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa sebagian pelaku usaha masih melihat ekspansi kapasitas produksi sebagai bagian dari peluang pertumbuhan bisnis.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore