Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2026 | 19.54 WIB

Bukukan Pendapatan Rp 10,31 Triliun, Jasa Marga Berpotensi Besar Jadi Incaran Investor

Ilustrasi Jalan Tol Dalam Kota tepatnya di dekat lingkar Semanggi, Jakarta Selatan yang dikelola Jasa Marga. (Istimewa)

 

JawaPos.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk dinilai memiliki sitem bisnis yang mampu menarik investasi. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi oleh pendapatan perusahaan pada Semester I/2026 mencapai Rp 10,31 triliun.
 
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada mengatakan, investor melirik Jasa Marga karena beberapa alasan. Seperti Kinerja operasional, perkembangan traffic, kontribusi ruas baru, struktur biaya dan pendanaan, serta perkembangan proyek strategis.
 
Situasi ini diperkuat dengan optimalisasi portofolio oleh Danantara. Menurutnya, prospek JSMR tidak hanya ditentukan oleh pencapaian laba bersih, tetapi juga oleh kemampuan Perseroan menjaga core business-nya melalui pertumbuhan bisnis inti jalan tol.  
 
“Ada sejumlah aspek. Dengan kombinasi antara fundamental bisnis jalan tol, pengembangan proyek strategis, dan peluang optimalisasi portofolio dalam ekosistem BUMN, JSMR berpotensi mempertahankan daya tariknya di tengah dinamika sektor infrastruktur dan pasar modal Indonesia,” ujar Reza dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9). 
 
 
Jasa Marga pada Semester I/2026 membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 10,31 triliun atau naik 7,6 persen secara tahunan (year on year/yoy), ditopang pendapatan tol sebesar Rp 9,5 triliun (naik 6,8 persen yoy) dan pendapatan usaha lain sebesar Rp 798,2 miliar (melonjak 17,6 persen yoy). 
 
Kemudian EBITDA tercatat Rp 6,99 triliun atau tumbuh 8,1 persen (yoy) dengan margin EBITDA tumbuh menjadi 67,8 persen. Pada saat yang sama, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,91 triliun, tumbuh 2,0 persen (yoy). 
 
Lalu Gearing Ratio tercatat pada level 1,2 kali dengan Interest Coverage Ratio (ICR) tumbuh menjadi 3,9 kali, yang menunjukkan kapasitas Perseroan untuk menjaga kewajiban finansial sekaligus mempertahankan ruang untuk investasi dan pengembangan bisnis.  
 
“Selain kinerja operasional, pengembangan jaringan jalan tol menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendukung pertumbuhan JSMR dalam jangka menengah. Karena itu, optimalisasi ruas yang telah beroperasi maupun percepatan kontribusi ruas baru menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan JSMR,” ucap Reza.
 
Terlebih saat ini Jasa Marga berstatus sebagai market leader industri jalan tol di Indonesia baik dari sisi pangsa pasar, jaringan operasional, juga operator. Dari sisi pangsa pasar, JSMR menguasai sekitar 42 persen pasar jalan tol komersial berdasarkan jalan tol beroperasi di Indonesia.  
 
Dari sisi jaringan operasional, perusahaan yang dipimpin oleh Rivan A. Purwantono sebagai direktur utama ini mengelola sekitar 1.294 km jalan tol operasional dan sekitar 1.736 km total konsesi. Dari 36 konsensi tol yang dikelola oleh Perseroan, 29 di antaranya telah beroperasi secara penuh, tiga ruas telah beroperasi sebagian di antaranya Bogor Ring Road sepanjang 13,30 Km, Solo-Yogya 96,57 Km, dan NgawiKertosono-Kediri 114,9 Km, serta tiga lainnya belum beroperasi. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore